Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Kolase Tentang Kita

Kolase Tentang Kita

  • WpView
    Leituras 28
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, dez 19, 2021
WpInfo
Ficção
Romance
Kolase cerita tentang Athalah's Family. Cerita ringan, tanpa konflik berat. Karena hidup sudah pelik, jangan makin di buat runyam karena mikirin jalan cerita yang rumit. Happy reading and enjoy!
Todos os Direitos Reservados
#218
jisung
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • KARAFERNELIA
  • Sapta (NCT Dream)
  • Our Life
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Daily Family [nielwink][guanren][markhyuck][nomin]
  • II DAILY NCT DREAM II
  • Abiyaksa Fam's || END
  • BROTHER'S || KESHA [REVISI]
  • für meinen Sohn [ Nomin ] || ✅
  • HIS NAME IS JAMAL [END]

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo