Semburat Bait Cinta

Semburat Bait Cinta

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Spin off dari novel Bait-Bait Cinta. Ning Fajriah Arumi, yang kerap disapa Nona Ning. Ia mengalami kepahitan saat gagal move on dari cinta pertamanya, yang kerap kali dipertemukan, karena keseharian mereka sebagai guru agama. Banyak pria yang ditolaknya karena ada sesuatu yang ia sembunyikan. Sampai pada suatu ketika ia dihadapkan pada rasa tanggung jawab tinggi, bahkan marabahaya kerap kali datang menghampirinya. Mampukah ia keluar dari zona bahaya tersebut? Ada dua pahlawan yang mencoba mengeluarkannya dari masa pahit, pada siapakah Nona Ning melabuhkan hatinya? Siapakah Pahlawan yang akan mendampingi dirinya dalam menuntaskan segala permasalahan?
All Rights Reserved
#105
cintatakterbalas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MUARA KIBLAT
  • REWRITTEN | END
  • Mendadak Ning (Selesai)
  • Sekolah, Cinta, dan Rahasia
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )
  • MEMBUKA LEMBARAN BARU
  • Bukan Salah Cupid "Memanah"
  • DEPRESI (END) 21+
  • Offside in Love

📌Spin off "Kiblat Cinta". Disarankan untuk membaca Kiblat Cinta lebih dulu untuk mengenal masing-masing karakter tokoh di dalam cerita Muara Kiblat. *** Ditunjuk sebagai penerus untuk mengabdikan dirinya pada pesantren merupakan sebuah tanggung jawab besar bagi seorang Kafka Rafan El-Fatih. Di tengah menjalani amanah yang diberikan oleh sang ayah, Kafka juga harus melatih kesabaran ketika menghadapi salah seorang santriwati yang mengejarnya secara ugal-ugalan. Adel Dwi Arfani, seorang santriwati yang dulu menjadi partner perdebatannya, kini berpindah kiblat menyukainya. Menurut Adel, mengejar cinta sama saja dengan mengejar rezeki, harus diperjuangkan dengan usaha dan berdoa, tentu dengan cara yang halal pula. Maqom manusia adalah berusaha, itulah prinsip yang ia lakukan sekarang. Lantas, bagaimana ketika ia telah mendapat balasan cinta yang setara, fakta masa lalu justru menghancurkannya? Akankah takdir cinta mereka bermuara di tempat yang sama? Atau justru ombak membawa keduanya ke tepi yang berbeda?

More details
WpActionLinkContent Guidelines