DIALOGUE

DIALOGUE

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 9, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Di dunia ini hanya ada serba dua, kiri-kanan, maju-mundur, menang-kalah. Begitu juga dengan hati, memilih atau melepas. Menerima atau mengikhlaskan, dekat lalu menjauh ataukah jauh lalu mendekat? Siapakah dipilih untuk mendampingi? Jemariku bisa menggenggam dua tangan namun pada akhirnya satu harus terlepas. Entah karna tidak ingin menyakiti atau malah ingin pergi? DilarangkerasCopas#sebentukmenghargaiKarya#
All Rights Reserved
#44
lain
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • Ruang Temu
  • You Are Still The Winner
  • Mahligai Sunyi
  • Kamen Rider HEXIA black
  • Antara Dua Pilihan
  • Antara Aksara dan Kata
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines