Sial Yang Adil

Sial Yang Adil

  • WpView
    LETTURE 95
  • WpVote
    Voti 11
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, lug 15, 2023
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Jika aku tidak cukup beruntung untuk bisa bertemu keadilan, maka biarlah aku menjadi cukup sial untuk menemuinya. Seorang temanku pernah berkata, "Saat kesialan datang, ia tidak pernah sendirian. Seringkali kesialan lain ikut muncul bersamaan." Seolah nasib buruk tidak setengah-setengah dalam bekerja. Sama seperti tawa yang bisa menular, sedih juga bisa menular. Hebatnya lagi entah bagaimana, kesedihan bisa mendatangkan orang-orang yang memiliki rasa sakit dan luka yang serupa untuk saling menguatkan dan mendukung. Aku tahu kamu adalah salah satunya. Dan aku berterima kasih, kamu mencoba kuat meski berulang kali keinginan menyerah itu pasti datang. Meski perlahan, tapi selalu berhasil kamu kalahkan. Semoga Yuna menjadi kuat sepertimu. Misteri dan rasa bersalah karena kematian sahabatnya, menuntunnya ke tragedi lain di masa lalu hingga alasan sesungguhnya mamanya pergi meninggalkannya. Meski kesialan memang terkadang tidak berbelas kasih, tapi ia berlaku adil. Mari mencari dan menjadi saksi keadilan itu.
Tutti i diritti riservati
#225
bahasaindonesia
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Juan [REVISI]
  • UNREQUITED LOVE
  • Lelah | >Kaifang HIATUS
  • Sua Parte [Fang]
  • Anak yang tak pernah diinginkan [Xodiac]
  • Rewrite Our Memories [K-Lit] ✔
  • Bukan Kita D.A.N
  • I Promise You But Not
  • '~Someone Perfect~' -boifang- HIATUS

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti