Hi! Sir Arrogant

Hi! Sir Arrogant

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Oct 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Tak ku sangka karena permaian konyol itu, aku terjebak dalam situasi yang sangat konyol ini. Bagaimana bisa aku berurusan dengan pria sombong ini? rasanya aku ingin menonjok muka sok kegantengannya itu. Semua ini berawal dari permainan konyol yang para sepupu dan sahabat ku mainkan. Truth or Dare, itu dia permainannya, karna aku memilih Dare dengan tidak berakhlaknya para sepupuku dan sahabatku malah menyuruhku untuk meminta nomor salah satu cowok yang ada di ujung meja belakang meja kami. Karna malas beradu bacot dengan mereka aku pun mengiyakan, tapi yang tak kusangka pemuda ini sungguh sombong dan sok kegantengan ya.. walaupun emang ganteng sih,dengan berat hati aku mengakuinya walaupun mukanya selalu datar sedatar triplek. Tapi Tetap saja sombong nya minta ampun, kalau aku ketemu dia lagi rasanya aku pengen... ah sudahlah jika mengingat raut muka ngeselin dia lagi darah auto langsung naik, amit amit lah jangan sampai aku ketemu dia lagi. Bugh " aww... Maaf maaf saya nggak sengaja" " .... " " Kamu...! Sial banget deh hidup aku harus ketemu sama cowok belagu kayak kamu " " Saya juga Sial ketemu perempuan seperti kamu " Penasaran sama kisah selanjutnya? Silahkan baca ajaヾ(^-^)ノ
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • More Than Senior
  • Sebuah Titik : SAGARA
  • my story
  • MAS DOSEN ITU SUAMIKU
  • My Sweet Lecturer [Tamat]
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • 1, Bunga di Taman Hati
  • BETTER THAN THIS - TERBIT (Seri Pertama Always)
  • PRIMADONAT |Mark lee|

"Gw mau ngomong serius. Please, dengerin baik-baik." Ucap jauhar dengan wajah serius menatap aisyah. Mendengar itu aisyah jadi panas dingin, jantung berdetak lebih kencang. "Syah, dari awal gw liat lu, gw ngerasa lu cewe yang beda. Lu berani dan lu bisa buat gw penasaran siapa lu sebenarnya. Entah dari kapan gw mulai jatuh cinta sama lu, intinya gw sayang sama lu, syah." Aisyah diam saja, dia bingung harus bereaksi seperti apa. "Gw mau komitmen sama lu, tapi kalo lu merasa ga nyaman sama gw, lu boleh pergi, asal bilang. Kalo lu nyaman sama gw pun sama, bilang. Biar kita pacaran." "Biarin gw yang jaga lu." Ucap jauhar memberi jeda. "Lu mau?" Aisyah cukup lama terdiam sebelum akhirnya menggangguk. "Komitmen dulu, kan?" Tanyanya menyakinkan, masih trauma dengan yang namanya hubungan. "Iya, tapi lu bisa ngambil keputusan nanti. Lu nyaman atau ga sama gw." Ucap jauhar. ****** Apakah mereka bisa saling menjaga hati satu sama lain? Kalo penasaran ayo..intip-intip cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines