We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Diary Melody

Diary Melody

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 9, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Melody Claudia, seorang gadis yang tidak mengenal kata takut. Ternyata hanya seorang gadis lemah, ketika masalah mulai mendekatinya. Kehilangan keluarga yang sangat ia sayangi, membuat dirinya berubah drastis. Menjadi sosok yang sangat bertolak belakang dari sifat nya. Satu-satunya yang ia miliki hanya Saka, lelaki yang muncul ke kehidupan nya dan berhasil membuat Melody jatuh hati. "Sa, kalau sampai lo ninggalin gue juga. Gue bakal ikut bareng lo, kita pulang ke tuhan sama-sama." Saka menatap langit senja. "Gue nggak bakal ninggalin lo, Mel." "Ya, gue harap itu bukan sekadar omongan lo doang, Sa." ______________________ Bukan cerita happy ending, yang trauma sad ending skip. Jangan mudah tertipu. Have fun, enjoy my story.
All Rights Reserved
#245
psikopat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Retrouvailles
  • Airka: My Queen Bullying
  • Cuaca
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Bukan Pangeran Diponegoro (✔)
  • Ali Arkhan
  • Trust
  • GALTHAR
  • DRABIA [END]
  • EPIPHANY

Samuel menyimpan terlalu banyak luka. Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan. Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta paling menyakitkan dalam hidup Samuel: dia adalah anak dari perempuan yang menghancurkan keluarganya. Dan dari situlah semuanya dimulai-kekacauan, luka-luka lama yang terbuka lagi, hingga pilihan-pilihan pahit yang harus diambil. Dendam membuat Samuel mendekat. Tapi rasa bersalah justru tumbuh bersamaan dengan rasa lain yang tak ia pahami. Semuanya semakin rumit saat Lyodra menunjukkan dua garis merah di testpack miliknya. "Lo hamil, kan?" tanya Samuel. Lyodra tak sanggup menjawab, hanya menatap nanar testpack di pangkuannya-benda yang seharusnya sudah ia buang sejak dulu. Tapi hasilnya tetap sama. Masih ada kehidupan kecil di dalam dirinya. "Gugurin," ucap Samuel dingin. "Gue punya kenalan dokter. Besok sepulang sekolah kita ke sana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines