Meyra adalah seorang remaja perempuan dengan jiwa liar, pembangkang, keras kepala, dan terbiasa pergi ke mana pun ia mau tanpa peduli larangan atau nasihat siapa pun. Hidupnya berjalan tanpa arah yang jelas, diwarnai malam-malam panjang di luar rumah dan perasaan hampa yang tak pernah ia akui. Hingga suatu hari, sebuah musibah tak terduga mengubah segalanya.
Saat membuka mata, Meyra tidak lagi berada di dunianya. Jiwanya justru terlempar masuk ke dalam novel favoritnya, sebuah kisah romantis berjudul Love for Salina. Namun ada satu hal yang membuatnya terpukul-ia tidak terlahir kembali sebagai tokoh utama, bukan pula sebagai pemeran pendukung yang baik hati. Meyra justru mengambil peran antagonis, sosok yang dalam cerita asli dikenal kejam, manipulatif, dan berakhir tragis.
Dunia novel yang selama ini ia anggap indah dan penuh cinta ternyata menyimpan sisi gelap yang tak pernah ia sadari sebagai pembaca. Setiap dialog, setiap tatapan, dan setiap pilihan yang ia buat terasa seperti jebakan. Takdir dalam novel terus mendorongnya menuju akhir yang sama-kehancuran dan kematian-sementara tokoh-tokoh lain perlahan menunjukkan keanehan, seolah mereka menyadari bahwa Meyra bukanlah "dirinya" yang seharusnya.
Terjebak di antara alur cerita yang kejam dan keinginannya untuk bertahan hidup, Meyra harus memilih: mengikuti jalan antagonis yang telah ditentukan, atau melawan takdir novel yang menolak untuk berubah. Namun semakin ia berusaha menghindar, semakin dunia itu menunjukkan konsekuensi yang tak terduga.
Akankah Meyra mampu mengubah nasibnya sendiri di dalam cerita yang sudah tertulis?
Ataukah ia justru akan tenggelam, perlahan menjadi antagonis yang selama ini ia benci?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang