Cerita Pendek: Hitam

Cerita Pendek: Hitam

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 13, 2021
"Kepalaku menengadah ke atas menatap bulatnya pekatnya mega malam itu. Rinai hujan perlahan membasahi bumi bersama kenangan pahit yang kuharap tak pernah terjadi. Alam semesta seakan berkonspirasi menenggelamkanku dalam sebuah kesedihan. Ibu, ayah, kakak, kurindu kala kita berada bersama dibawah atap yang sama".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗡𝗲𝗶𝗿𝗮
  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END
  • Bukan Cerita Kita
  • BATAS RASA (TERBIT)
  • Arah Mata Angin
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • BINTANG 1117
  • Puzzle Life
  • Langit Tanpa Batas

Neira itu cantik seperti pantulan bulan di samudra yang tenang. Dan juga, seperti perkebunan teh. Lalu Kala itu menenangkan seperti rintik hujan dan pelukan malam hari, juga seperti rangkaian tulisan yang tidak bisa disuarakan. "Nanti jika diberi kesempatan memilih kepada siapa aku akan jatuh cinta, aku pilih kamu ya Ra." I love you in every way..

More details
WpActionLinkContent Guidelines