MY PETERPAN [ON-GOING]

MY PETERPAN [ON-GOING]

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Banyak yang bilang kisah cinta Peterpan dan Tinkerbell terlalu indah untuk menjadi dongeng semata. Nyatanya tidak. Cerita Tinker versiku sedikit berbeda. Peter ku terus mengikat ku, sedangkan aku biarkan juga Ia mencintai wendy. Sedih bukan? **** Sherina menatap laki laki didepannya sendu. Tubuhnya mencoba menurunkan suhu yang sejak tadi sudah memanas. Bibir nya bergetar hebat, hingga sudah tidak kuat mengucap satu kata pun. "Kak!" "Kenapa, Sher?" "Sherina sayang sama Kak Keenan." Ucap lantang Sherina dan sedikit bergetar dikalimat akhir. Keenan tersenyum hangat. Mengusap pucuk rambut Sherina dengan lembut. Manik matanya menatap mata Sherina dengan serius. "Aku juga sayang sama kamu, Sher." balas Keenan hangat. Sherina mengerjapkan matanya. Bulir hangat di ujung matanya jatuh. "Tapi kenapa Kak Keenan, pacaran sama Kak Laura?" "Karena aku juga suka sama Laura." Keenan tersenyum hangat. Kini, tubuh Sherina bergetar dengan sangat hebat. Sherina berlari meninggalkan Keenan dengan wajah kebingungan melihat Sherina yang pergi begitu saja. ⛔️ KALAU MAU BACA, HARUS SEDIA SIAP TISSUE YA!! AUTHOR TIDAK BERTANGGUNG JAWAB JIKA KALIAN KEHABISAN TISSUE. TERIMAKASIH🙏⛔️
All Rights Reserved
#164
keenan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sayang
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • Forever Yours
  • Fall in Love with Gangster Boy (END)
  • Persona
  • SEAVIN (Sean&Evelyn)
  • DRABIA [END]
  • Semu [Completed]
  • Rainbow In The Rain
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
Sayang

TERBIT 📖 - "Siapa yang bernama Sayang di sini?" teriak panitia itu, membuat sebagian orang di sana menahan tawa sekaligus penasaran. "Ayo ngaku aja." Alya mengangkat wajahnya. "Sayang...," panggil cowok itu lagi, membuat Alya melihat ke sekelilingnya. "Nggak usah cari ke sana kemari karena yang namanya Sayang itu kan elo." Alya mengernyit. Geli. Dia menatap cowok itu. Kernyitan di dahinya semakin dalam saat cowok itu melihat ke arahnya sembari tersenyum. "Halo, Sayang?" Cowok itu mengangkat tangannya. "Kenalin, gue Arya." Mulai hari itu, Alya tak tahu bahwa kehadiran Arya ke depannya akan memberi warna dalam hidupnya. Warna-warni. Dan jangan lupakan kelabu. copyright©2019, sirhayani

More details
WpActionLinkContent Guidelines