Cincin Belah Rotan

Cincin Belah Rotan

  • WpView
    Leituras 591
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, nov 28, 2021
Sinopsis Rheina mengambil sesuatu dari dalam tasnya . Dan mengeluarkan sebuah kotak transparan itu, lalu dia mengeluarkan isinya. Sebuah cincin belah rotan yang berukiran nama seseorang. Rheina memperhatikan benda itu beberapa saat kemudian memasukan kembali kedalam kotak transparan itu lalu menyimpan kembali kedalam tas hitam miliknya. Ada apa dengan cincin belah rotan itu ? Nama siapakah yang terukir di sana? Mengapa Rheina hanya menyimpan di dalam tas miliknya saja? Yook pembaca kita cari tahu jawabannya.
Todos os Direitos Reservados
#3
rheina
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • 𝐃𝐎𝐔𝐁𝐋𝐄 𝐓𝐀𝐏 ; TNF X READER
  • Raining Spell for Love
  • arti sahabat 💕🌟 (AND)
  • Rangkaian Rahasia
  • Pieces of Destiny [Gin'Riji]
  • S1 Godfather [RionCaine] End~
  • Life With Ghost Story (TAMAT)

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo