Story cover for "Doll Maker" by yourezra
"Doll Maker"
  • WpView
    LECTURAS 16,496
  • WpVote
    Votos 3,864
  • WpPart
    Partes 11
  • WpView
    LECTURAS 16,496
  • WpVote
    Votos 3,864
  • WpPart
    Partes 11
Continúa, Has publicado oct 14, 2021
Sunghoon, seorang anak rantauan yang sedang magang di pulau orang. Jarak yang memisahkan antara dirinya dan keluarganya memaksa mereka hanya bisa bertemu enam bulan sekali. Dan hari itu, Sunghoon sedang berkeliling pasar mencari oleh oleh untuk keluarganya nanti.

Teringat sang adik yang suka mengkoleksi boneka, alhasil ia membelikan sebuah boneka anak laki laki bertopi biru. Ia fikir, boneka itu memiliki kualitas yang bagus dan harganya terjangkau. Jadi ia memilih boneka itu.

Namun, siapa sangka jika boneka itu terbuat dari manusia?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir "Doll Maker" a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#908wonyoung
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
DUNIA HAMPA cover
(S1) Korban Fujo ✅ cover
Dreaded family cover
Enigma - Enhypen  cover
Into the Dark Side | SunSun cover
Loving You is a Losing Game || Sunsun [END] cover
SACRIFICE | SUNSUN [END] cover
Let Me In | JangKku cover

DUNIA HAMPA

14 partes Continúa

Hampa, kata itu menjadi hal yang ada di benaknya setiap kali ia pulang ke 'rumah' miliknya. Tak ada niatan baginya, untuk sekedar membuat rumahnya lebih berwarna lagi. Dunianya terasa hampa, setiap kali ia ingin mengeluh. Ia kebingungan, mencari tempat untuk bersandar, dan bercerita tentang hari-harinya yang sulit. 'Rumah' miliknya memang selalu berbeda, di sana sunyi. Di sana tidak terasa seperti ada kehidupan sedikit pun, hampa. Bahkan 'rumah' yang dikatakan orang-orang sebagai tempat pulang itu, tak sama baginya. 'Rumah' yang dianggap sebagai dunia kasih sayang bagi orang-orang, juga tak sama baginya. Semuanya bohong, semua tentang dirinya. Yang katanya menjadi kebanggaan bagi semua orang, tanpa ada kekurangan. Berjuta-juta lara tak pernah absen dari dirinya, seakan-akan seperti tidak ada detik tanpa kebohongan baginya. Sampai kapan, ia harus merasakan semua kesunyian ini? Kapan, kehampaan ini akan usai? Di mana, ia bisa mengekspresikan dirinya, selayaknya remaja pada umumnya?