We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Takdir Ikrar Surah An-Nur

Takdir Ikrar Surah An-Nur

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 18, 2021
WpInfo
Fiction
Social Themes
Syaukiana tak pernah membayangkan jika keluarga yang selalu ia anggap sebagai rumah ternyaman untuk pulang, hancur dalam sekejap. Bahkan saat ia tak lagi menemukan tempat paling terbaik setelahnya. Sekalipun rumah dan seisinya penuh dengan harta yang bergelimang namun justru kebahagiaan tak dapat dibeli dengan uang. Alih-alih ingin menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya namun justru kebahagiaan, menjadi boomerang bagi masa depannya. Kesempurnaan yang ia miliki justru kini menjadi hancur berkeping-keping, seakan potongan puzzle tak lagi dapat tersusun sempurna. Di saat anak perempuan tumbuh berkembang, membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih di antara kedua orang tuanya, namun justru di umur yang baru menginjak usia 17 tahun ia harus mengalami kenyataan pahit kehidupan. "Aku benci hari di mana aku bertemu dengannya! Tuhan bisakah kau cabut nyawaku pada saat lelaki itu hadir dihadapanku!"
All Rights Reserved
#113
islami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Izinkan sekali saja
  • The Blooming Lady [completed]
  • Changes In The Twins' Mami
  • Takdirku Memilihmu
  • 𝐙𝐈𝐍𝐍𝐈𝐀
  • RUMAH KITA
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Raina Maramitha

Bagi Laisha, setiap waktu yang dilaluinya adalah berharga. Begitupula 8 tahun yang sudah dia habiskan untuk menjalin hubungan bersama Tian-kekasihnya. Saat segala mimpi dan harapan-harapan telah terajut begitu manis dan indahnya, kenyataannya segalanya hanya berakhir menjadi kenangan. Meski sakit, Laisha berusaha ikhlas. Bagaimanapun perpisahan memang satu-satunya jalan yang harus dia pilih di antara perbedaan dirinya dan Tian. Sekalipun rasa cinta di antara keduanya masih sama besar kapasitasnya. Seakan tidak cukup hatinya dihancurkan akan kenyataan tentang jeda di antara dirinya dan Tian. Pun semua karena ia ingin menjalankan permintaan terakhir kakaknya. Yakni menjadi ibu dari keponakannya yang baru lahir dan juga istri sambung dari kakak iparnya. Laisha seharusnya menolak itu, namun saat melihat wajah penuh harap kakaknya dalam keadaan sekarat, ia hanya mampu mengiyakannya. Laisha sudah mengorbankan cintanya dengan merelakan Tian. Namun, apakah melakukan pernikahan paksa dengan Arkan adalah keputusan benar? Karena sampai kapapun, dia tidak akan pernah bisa menggantikan sosok Liana-Kakaknya. Mau tidak mau, Laisha harus menanggung segala konsekuensi dari keputusannya sendiri.Termasuk bagaimana cara Arkan memperlakukannya. Pria itu seakan tidak pernah menganggapnya ada. Mungkinkah Laisha bisa bertahan? Atau justru dia memilih menyerah dan berakhir dengan Bian yang mencintainya setelah Tian? "Kutahu, garis takdirku telah engkau putuskan, wahai semesta. Namun izinkanlah sekali saja kau berikan akhir bahagia untukku. Hidup dengan seseorang yang akan menjadi pendampingku selamanya." _Laisha_

More details
WpActionLinkContent Guidelines