Mengejar Cinta Teman SMA ku

Mengejar Cinta Teman SMA ku

  • WpView
    GELESEN 137
  • WpVote
    Stimmen 9
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Di., Juni 20, 2023
Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis yang berjuang berusaha mengejar mimpinya dan berusaha mendapatkan hati orang yang dia cintai. "Terlalu banyak kisah yang telah kita lewati Hingga aku lupa bahwa kita hanya sekedar teman, dan apakah kita bisa lebih dari itu? Saling menjaga hati dan saling memiliki satu sama lain, apa kah kita bisa seperti itu?" "Menantimu adalah luka dalam jiwa Membara, membakar rasa Kenangan itu menyiksa jiwa Mengingatmu meremukkan kepingan hati" ...... Beberapa tahun kemudian setelah lulus SMA Alya tanpa sengaja bertemu lagi dengan Davin, pada saat itu ia sedang bekerja dan setelah pertemuan itu ternyata ada sebuah cerita di setiap hari-harinya. Alya menjadi lebih sering bertemu dengan Davin, dan semakin lama hubungan mereka pun semakin dekat namun, disaat mereka ingin menjalin hubungan serius tiba" seseorang di masa lalu Davin hadir lagi di kehidupannya. Dengan kehadiran masalalunya apakah Davin akan tetap melanjutkan hubungannya dengan Alya ataukah memilih kembali dengan masalalunya, kita lihat saja nanti!!!
Alle Rechte vorbehalten
#19
mimpiku
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Shadow That Fades
  • ANTARA KITA
  • ALONENESS
  • Hidden Feelings
  • Two side of the same coin
  • If I Could TURN BACK Time [Flora - Dicko]

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien