PSIKIATER & IDOL ARTIS

PSIKIATER & IDOL ARTIS

  • WpView
    Leituras 9
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, out 14, 2021
Ria Adisya aksara seorang dokter psikiater anak berusia 24 tahun, ceria, baik, sedikit galak, dan sangat menyukai anak kecil.... Reza Argerandra putra seorang artis, penyanyi, model sekaligus aktor ternama, usia 24 tahun jutek, galak, and sombong... Kisah benci jadi cinta dengan awal pertemuan yg aneh.... ----------------------------------------------------- "Diam iya, ngomong iya" -Reza "Lah, kok gitu!!!"-Ria " Penasaran sama cerita mereka?? Cussss silahkan dibaca!!!!"
Todos os Direitos Reservados
#158
artis
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Love In Profession[End]
  • Meraih Cinta Suamiku
  • I LOVE YOU!!!
  • diagnosis hati
  • Ruang ; Kursi dan jendela
  • Nap of Love
  • Komandan Tampanku
  • Secret Between Us
  • KEINARA (End)
  • LOVE WILL FIND A WAY

-Cerita ringan dan enggak berbelit,semoga suka -Belum di Revisi Cut Syifa Azzahra adalah seorang mahasiswi kedokteran yang terpaksa harus berhenti mencapai impiannya dan menjadi guru di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota lalu bagaimana kah pertemuan nya dengan seorang Dokter Muhammad Alzam yang menjadi relawan saat desa yang ia tempati sedang mengalami bencana alam ___ "ya allah , saya tidak punya hak untuk memarahi dokter, saya hanya mengingatkan, saya juga pernah telat tapi tidak marah saat di tegur" zara berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, dengan mulut tidak hentinya mengoceh "Pokok nya kamu memarahi saya zara! hati saya benar benar sakit" seperti biasa dengan tampang sok sedih dan satu tangan mengelus dada "sekarang apa lagi yang mau kamu lakukan? oh, saya tau, sepertinya kamu mau saya mati dengan tidak memberi saya makan pagi dan siang" zara menghela nafas pelan, mengumpulkan ogsigen, mengumpulkan ogsigen sebanyak banyaknya, rasanya beban hidupnya akan bertambah sekarang. oh tidak melainkan sejak kemarin

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo