Story cover for Perlihatkan Cinta by _nailahfadhilah
Perlihatkan Cinta
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Oct 15, 2021
"Ini seriusan bakal pindah ke Surabaya mah?"tanya seorang gadis dari depan pintu kamar.
"ya seriusan lah sayang, liat aja di atas meja kan udah ada tiket pesawat kamu. oh ya, barang - barang kamu jangan lupa di beresin,  jangan sampai ada yang ketinggalan" jawab sang mama seraya mengelus puncak kepala anak gadisnya.
"Tapi ma, kan Naya pengen sekolah di sini aja. Ngapain sih Naya di pindahin kesana segala?".
"Kemarin kan waktu abang kamu telpon, kamu setuju-setuju aja kan kalau di pindahin ke Surabaya. Terus sekarang kok malah protes ke mama. Lagi pula Papa kamu juga setuju".
"Tapi  kan ma...."
"Udah nggak ada tapi-tapian. Sekarang kamu lanjut beres-beres aja sana, mama juga mau siap-siap ngantar kamu nanti".
Akhirnya gadis dengan nama Naya Alfazka Sazkayra itu tak bisa menolak keputusan final sang mama. Ia pun masuk ke dalam kamarnya dengan wajah tertekuk.
Yuk kepoin cerita kehidupan si Naya,  jangan lupa di masukin ke library + jangan lupa vote dan comment. karena vote dan comment  dari kalian itu berarti banget buat aku.


_nailah fadhilah
All Rights Reserved
Sign up to add Perlihatkan Cinta to your library and receive updates
or
#59bravetogether
Content Guidelines
You may also like
Sharena [Completed] by bamsabaam
13 parts Complete
[Tersedia secara lengkap pada DREAME] Ini tentang bagaimana cara Sharena untuk menutupi kerapuhan yang dimilikinya. Dengan menjadi troublemaker terhormat yang ditakuti seluruh warga sekolah. Kerapuhan tentang bagaimana hidup dengan banyak harta dan tidak lupa pula orang tua yang jarang pulang, sekalipun pulang hanya bertengkar dan membuat psikologis Sharena terganggu. Benua Raga Angkasa, salah satu dari 4Cogan yang membuat peringai buruk seorang Sharena perlahan lahan menghilang. Dan pada akhirnya Jennie muncul untuk menghancurkan semua mimpi indah Sharena. Kemudian datang lagi seorang pria berusia 30 tahun yang membuat Sharena mempertanyakan perasaannya kembali. Mungkin anda akan merasa kasian pada jalan hidup yang dimiliki Sharena. Atau justru anda akan benci pada Sharena yang selalu memberontak terhadap papanya karena tuntutan hidup. Disini anda akan mengerti arti hidup yang sesungguhnya, tentang bagaimana hidup dikelilingi dengan sahabat sahabat yang konyol tanpa kemunafikan. Dan dikelilingi oleh orang orang yang selalu membuat ia belajar tentang pengalaman hidup yang sesungguhnya. --------------------------------------------- "Gak usah sok akrab deh Lo, tau apa Lo tentang keluarga gue?! lo cuma orang baru yang masuk seenaknya dan urusin kehidupan gue." Sharena Mikaila Anindiatama (16) "Jelas saya tau kerapuhan yang berusaha kamu tutupin selama ini. karena saya adalah sebagian dari masa lalu kamu." Benua Raga Angkasa (17) "Sini, duduk disebelah saya. Nanti akan saya ceritakan betapa indahnya dunia setelah saya mengenalmu." Sean Diwangka (30) Ps: banyak terdapat umpatan dan bahasa kasar. Jadi dimohon bijak dalam membaca. Amazing cover by: @Lalinaaa__
BUMANTARA by wlnnura26
14 parts Complete
PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?
Felicity [On Going] by ayudiantta
12 parts Complete
BRAKK... "Aww..". Ringisnya. Naya yang belum sepenuhnya sadar berada di atas tubuh orang itu, hanya bisa meringis menahan sakit di dahinya karena terbentur dengan hidung orang yang di tindihnya itu. "Aduh, sakit banget dahi gue, lecet nih kayaknya". Adunya sembari mengusap keningnya yang memerah. "Tapi, kok gue jatuhnya nggak sakit ya". Setelah merasa jika dirinya menabrak seseorang tadi, refleks Naya membuka matanya dan pandangannya langsung bertubrukan dengan mata orang di bawanya, yang 'sialnya malah menatapnya nya dengan tatapan intens dan bibir yang menyunggingkan senyum tipis. Buru buru Naya bangkit dari atas tubuhnya, dan membatu sosok itu berdiri dari jatuhnya. "So-sorry El, g-gue nggak sengaja". Naya meruntuki dirinya yang ceroboh sampai sampai menabrak orang begini. _____________________ "Hm, liat gue". Ujar El dengan tatapan masih tertuju pada Naya. "Ha?". Naya mendongak menatap El, wajah tampannya seakan menghipnotis Naya saat ini. "Lo, cewek waktu itu kan?". Tunjuknya ke arah Naya dengan senyum yang masih tercetak di wajahnya. "I-iya". Ah mengapa Naya merasa dirinya gugup sekarang. El maju mendekatinya yang mengakibatkan Naya refleks memundurkan langkahnya. Mata El seakan menghipnotis Naya, sehingga Naya tidak dapat mengalihkan tatapannya dari mata tajam milik El. "Lo, ng-ngapain". Panik Naya saat tubuhnya terbentur dinding, dan tangan kekar El mengunci tubuhnya. "What it's your name', girl"?. Tanyanya dengan suara serak , yang sialnya' malah membuat jantung Naya kejang kejang. ______________________ _Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan kejadian. Itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan_ 💯 karangan sendiri!! _____________________ all picture inside © Pinterest
You may also like
Slide 1 of 9
SUARA BIA (TAMAT) cover
Sharena [Completed] cover
BUMANTARA cover
VANIA AND BOYS LOVE NOVEL! cover
Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN) cover
Felicity [On Going] cover
figuran tranmigrasi (ON GOING) cover
I Became the girlfriend of an Antagonist [END] cover
Maaf' (Revisi) cover

SUARA BIA (TAMAT)

47 parts Complete

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️