Terperangkap Gejolak Murid Puber

Terperangkap Gejolak Murid Puber

  • WpView
    Reads 807
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 5, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Novel ini sudah terbit di Fizzo, klik https://www.fictum.org/page/share/?book_id=7080707548185103361 untuk membaca episode yang lebih lengkap. Blurb: "Bu Nadean harus jadi pacar saya," kata Dimitri. "Tidak bisa tidak." "Tapi saya ini guru kamu!" tolak Nadean tegas. "Saya tidak peduli," balas Dimitri. "Saya pastikan Ibu cuma akan berjodoh sama saya." Nadean, seorang guru muda cantik yang kini tengah duduk terikat pada sebuah kursi, hanya bisa menarik kepalanya menjauh saat wajah rupawan selayaknya pahatan dewa itu memburunya. "Jangan gila kamu, Dim!" Nadean menjerit histeris, wajahnya berpaling ke sana kemari demi menghindari gelora sang murid yang sedang puber-pubernya. Karena merasa semakin terancam, Nadean mendorong kursi yang dia duduki dan membuatnya terjatuh tepat di depan kaki Dimitri. "Saya ... saya akan laporkan kamu," kata Nadean tersengal ketika Dimitri berjongkok dan memandangnya dengan seringai di wajah. "Nanti setelah saya merasakan pengalaman pertama sama Ibu, silakan lapor." "Tidak! Jangan, Dim ...." Dimitri, seorang murid tingkat tiga yang jatuh hati kepada guru baru di SMA Oasis yang bernama Nadean Svetlana. Nadean yang masih muda dan begitu cantik sanggup menggetarkan hati Dimitri yang sedang puber-pubernya. Apakah Nadean mau menerima cinta sang murid? Follow me @setia_am
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Evil Boyfriend (twoshoot)
  • SI TAMPAN AERO
  • The Real Brengsek Boy (END)
  • LOVE in SILENCE
  • Arsyilazka
  • NAYVAN [END]
  • Sweet Combat

"Mungkin aku yang terlalu berharap. Bahwa kau juga memiliki rasa yang sama. Tapi sungguh aku tak bisa membuangnya begitu saja." -Revan. "Mungkin aku terlihat tak peduli. Tapi sungguh hanya kau yang mampu membuatku beredebar." -Nadine *** "Jangan bolos pelajaran dan malah bedua-duaan di kantin. Dan jangan makan pedes terus, apa lagi buru-buru makannya." Revan berjalan meninggalkan Nadine dan Nikko yang masih duduk dengan wajah terbengong. Dia tersenyum atas apa yang baru saja terjadi. Membuka tutup botol ditangannya lalu meminumnya dengan santai. Sedangkan Nadine yang melihat laki-laki itu meminum minuman dari botol yang sama dengannya tadi membelalakkan mata. Laki-laki itu gila!

More details
WpActionLinkContent Guidelines