GALANG✔️

GALANG✔️

  • WpView
    Reads 250
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 31, 2021
"Tuhan memang satu, kita yang tak sama" *** "Lo boleh suka sama dia, tapi jangan ambil dia dari Tuhannya" "Sampai kapanpun salib di leher ga akan pernah bisa bersanding dengan tasbih di tangannya." Jarak terjauh yang sebenarnya bukan lah perbedaan kota, pulau, atau pun negara. Tapi, jarak terjauh yang sebenarnya adalah ketika keyakinan kalian berbeda.
All Rights Reserved
#988
bedaagama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • FISIO (Fisika × Biologi)
  • Cinta Yang Menemukan Jalannya Kembali
  • -ᴅɪꜰꜰᴇʀᴇɴᴛ-
  • DAREL AKSARA PRASETYA
  • ELBITHARA
  • satu Hati Beda Agama
  • HANDSOME GHOST [FRIEND ZONE]
  • OUR STORY 'Sunlight Thief

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines