One Shot! One Dream! (Be Patient, Don't Forget About Your Dreams!) The End
//Kedua mata tertutup perlahan. Sesuatu terngiang-ngiang didalam pikirannya. Otaknya penuh serasa ingin meledak.//
"Sebuah kejadian dimana seorang diantara kalian semua! Bahwa salah satu peserta didik PBSI Jakarta ini sudah melakukan sebuah tindakan yang begitu diluar nalar kita! Apa yang sebenarnya kalian pikirkan tentang PBSI ini? Apakah hanya sebagai ajang pamer? Atau mencari musuh? Kami disini itu mengajari kalian untuk bekerja sama! Untuk melatih diri kalian! Kemampuan kalian!"
"Kalian disini mengukir prestasi! Bukan membuat nama PBSI jelek di mata orang-orang! Kalian anggap ini semua enteng hah? Saya beritahu pada kalian semua! Disini kita semua berusaha! Berlomba-lomba untuk mengukur prestasi! Kalian tidak pernah tahu bagaimana perjuangan PBSI ini untuk membuat kalian sukses di mata masyarakat bahkan dunia sekalipun!"
//Terdengar suara seseorang dengan emosi yang meluap.//
.・゜゜・Flashback.・゜゜・
"Bagaimana dia bisa menjadi seorang pemain bulu tangkis! Orang dia pendek!" ucap mereka terhadap seorang anak laki-laki.
"Pertandingan bulu tangkis, Pak! Saya sangat mengharapkan Nak Apriyana untuk ikut serta dalam pertandingan itu! Hadiahnya lumayan, Pak Hasan! Dapat beasiswa masuk ke PBSI di Jakarta!" ucap pria dengan logatnya.
//Napas dalam berhembus.//
Kedua mata terbuka seraya jatuhnya air mata yang mengalir di kedua pipinya.//
"Ibu, Bapak! Doakan Apri!"