Joya Katrina

Joya Katrina

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2026
Sungguh menyedihkan; pengecut setia yang selalu melarikan diri. Entahlah, aku tak ingin memerdulikan apa-apa. Yang ku inginkan, adalah selalu berlari walaupun aku tahu aku tak akan bisa melihat ujungnya. Seperti hutan gelap ditutupi kabut aku berlari di tengahnya, menembus dingin dan terus berlari dari emosi yang mengejar. Hanya sewaktu-waktu berhenti untuk memandang rembulan; hanya sewaktu-waktu berharap. Ketika ku kecil orang-orang mengenalku sebagai anak yang bandal dan suka berantam. Karena hal itu satu persatu orang yang sebelumnya ku anggap teman perlahan meninggalkan ku. Namun ada satu orang yang berbeda, dia adalah Arka. Arka bertahan dalam waktu yang lebih lama dari yang lainnya. Tapi dengan alasan lain dia juga pada akhirnya menjauh. Aku tahu, manusia itu selalu lebih mementingkan diri nya sendiri, termasuk diri ku. Jika orang lain sudah tak dibutuhkan lagi, tak ada alasan untuk membuatnya bertahan di sisi kita. Itu yang aku pahami selama ini, mungkin ada orang lain yang berpikir berbeda, namun aku tetap tak menemukannya di sepanjang hidupku. Maka dari itu aku tak perlu merasa begitu sakit ketika orang lain dengan begitu saja menjauh, toh jika mereka tak membutuhkanku aku juga bisa tak membutuhkannya. Aku merasa sewaktu-waktu emosi adalah musuhku, hal yang selalu mencoba menerjangku ketika ku lengah. Aku tak suka ketika itu luput dari penjagaanku dan membuatku lemah seakan ku tak bisa berpikir. Hal yang bisa ku lakukan adalah mengabaikannya karena itu membuat diriku lebih tenang. Aku mungkin bisa terus gigih dengan pendirianku yaitu terus melarikan diri dari hal-hal yang menganggu. Tapi siapa yang mengira dengan kejutan yang ditawarkan oleh takdir? Ada hal yang tak bisa ku biarkan begitu saja. Di hari ku mulai melangkahkan kaki sebagai murid SMA, masa lalu dan masa kini seperti kembali melilitkan benang yang mengikatku sehingga aku tak tahu lagi apa yang benar. Itu lucu bagiku, aku dibuatnya putus asa; mencari hal lain selain melarikan diri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • You're Here, But Not For Me
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Kamu [SELESAI]✔
  • GREENSTA [END]
  • [END] Blind Rainbow
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Amami
  • Remaja

Kehidupanku begitu indah dan penuh dengan warna. Tidak semua orang memiliki keistimewaan untuk menghidupi kehidupanku. Aku cinta penuh terhadap Ibu dan ayahku yang membesarkan Aku. Dan Aku cinta semua teman sekolahku meskipun perseteruan dan masalah ada di antara kita. Tetapi semuanya sirna dalam satu jentikan jari. Hanya butuh satu insiden saja untuk mengakhiri hidupku di dunia ini. Aku melihat tubuhku sendiri penuh dengan darah, dan tulang yang patah dan rapuh. Satu momen yang berlangsung selama 5 menit saja bisa menghancurkan kehidupan yang dibangun bertahun-tahun. Namaku Angeline dan umurku masih 14 tahun. Sebagai arwah gentayangan. Aku berkelana ke tempat-tempat familiar dan menemui mereka yang terdekat dengan aku. Dari sekian banyaknya teman-temanku yang terdekat, seorang anak di kelasku yang dianggap aneh adalah satu-satunya yang hidup yang bisa mendengar perkataanku berkat dari talenta kususnya. Dan dari terjalinnya komunikasi antara Aku dan Alina, kita menciptakan sebuah persahabatan yang baru di tengah-tengah duka dan tragedy. Sebagai roh orang mati, Aku berprasangka akan menghabisi akhiratku di dalam penyesalan, amarah, dan binasa. Seperti apa yang banyak orang pikir sebagai hantu gentayangan yang haus akan balas dendam, meminum darah anak-anak, dan membawa ketakutan, kutuk, dan mala petaka kepada yang masih hidup. Tetapi Aku tidak pernah berpikir mengenai balas dendam ataupun kebencian kepada siapapun. Aku tidak tega untuk menyakiti orang lain semenjak Aku masih kecil dan begitu juga setelah Aku mati. Aku selalu membantu orang yang lemah, dan menemani mereka yang kesepian. Demikian hal yang sama juga yang ingin kuliakukan sepanjang kematianku sebagai roh yang tersesat. Banyak sekali yang kudapatkan di sepanjang pengalamanku sebagai roh mati. Terutama dengan bangkitnya kuasa gelap yang melandai ibukota, menyelamatkan perempuan yang hampir mati, dan melawan para penjahat. Apakah kematian ini adalah akhir dari riwayatku. Atau awal kehidupan yang baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines