Story cover for ALDITO by Slvy34
ALDITO
  • WpView
    Membaca 32
  • WpVote
    Vote 28
  • WpPart
    Bab 2
  • WpView
    Membaca 32
  • WpVote
    Vote 28
  • WpPart
    Bab 2
Bersambung, Awal publikasi Okt 15, 2021
Jangan lupa follow terlebih dahulu sebelum membaca


ALDITO KEVIN 
Seseorang yang ingin sukses di usia muda untuk mengambil alih kembali perusahaan ayahnya yang telah diregut pamannya atau lebih tepatnya Adik ayahnya ALDITO

"Pah,papa yang kuat ya papa harus bertahan" ucap Dito pada Ayahnya

"Kkaamuuu....harusss ambill lagi perusahaan punya ayahh,yang seharusnya jadi warisan kamu nak" lirih ayahanda Dito yang kini kian melemah

"Iya pa Dito janjii,tapi papa harus sembu ga boleh sakit sakit lagi" ucap Dito

"Ayah gak kuat nak"tiba tiba ayahanda Dito kian melemah dan nafasnya pun tidak ada

"Ayahhhhhhhhhhh"teriak Dito dengan tangis histerisnya
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan ALDITO ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 7
Juan [REVISI] cover
• KECEWA ~ cover
ALEYA~~ cover
RAVEN [ ✔ ] cover
Jodoh Untuk Adel (END)✅ cover
MAVAKA cover
Aku Ingin Bercerita  cover

Juan [REVISI]

1 bab Lengkap

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.