Eternity Destiny

Eternity Destiny

  • WpView
    Reads 1,107
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 25, 2023
Menjadi reinkarnasi dengan suratan takdir yang telah dituliskan sedemikian rupa, menjalani kehidupan monoton yang sama seperti 19x sebelumnya. Mavis tidak ingin menjadi boneka hidup yang bahkan tidak dihargai oleh sang kakek. Ditambah menghindari sosok sang penguasa neraka, sebab tak ingin jatuh untuk kedua kalinya. Lantas apa yang harus dilakukannya? Hidup enggan matipun segan.
All Rights Reserved
#46
persephone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Villainess Illusion
  • Alpha's Enigma {WinnySatang}
  • KARIN'S
  • Semesta
  • Noisy for Dysis
  • MY HUSBAND IS PSYCHO
  • saireen : to eternal peace
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • ATTESA [Completed]
  • ONE HEART  [Jihoon Karina]

---- Alexandra Whitney Calister atau lady gila dari keluarga Calister, begitulah orang-orang mengenalnya. Alexa mungkin cantik dan kaya raya namun dalam hal kesopanan gadis itu sangatlah minus, bahkan bangsawan di sekitarnya lebih sering menyebutnya nenek sihir dibanding lady. Hampir semua orang di kerajaan Wynnzel tahu bahwa tak pernah ada hari yang dilewati Alexa tanpa menganggu sang putra mahkota. Untuk melindungi cintanya Alexa memilih menjadi buta, ia tidak takut dan tidak peduli akan apapun. Baik dan buruk tak lagi berbeda di matanya, asalkan keinginannya tercapai. Namun suatu hari Alexa melihat segalanya, ia pingsan dan bermimpi tentang takdirnya. Ternyata tidak akan ada kehidupan indah yang menunggu dirinya di masa depan, hanya ada jurang penderitaan dengan akhir mengerikan. ~~~~ "Alexandra Calister, adakah pembelaan terakhir yang ingin anda sampaikan sebelum pergi menghadap kematian?" Hening. Alexa menjatuhkan lututnya ke lantai, mengubah posisinya dari berdiri menjadi berlutut. Dengan tatapan kecewa ia menatap lurus ke arah pangeran David yang masih duduk dikursinya dengan tenang. "Kau tahu Dave? Aku mengorbankan segalanya untukmu tetapi kau..." "...Mengorbankan aku, untuk segalanya!" Alexa memejamkan mata menahan nyeri di hatinya, "Jika ini adalah bayaran setimpal atas semua dosa-dosaku, maka tak apa...." "Kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi, bahkan di neraka sekalipun...." ---- 🦋 Warning ; This story is complicated!

More details
WpActionLinkContent Guidelines