Kanaza (On Going)

Kanaza (On Going)

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 1, 2021
WpInfo
Non-Fiction
"Jangan salahkan orang ketika kamu kecewa, tapi salahkan dirimu sendiri karena terlalu mengharap sesuatu yang belum pasti." Kanaza Azalea Nadhira Kanaza Azalea Nadhira iyalah seorang gadis pendiam dan banyak menelan pil kekecewaan. Banyak rintangan yang harus ia dilalui. Bersabar itulah yang selalu dilakukan oleh kanaza. "Sejujurnya, menahan tangisan di depan keluarga itu benar-benar sangat menyakitkan." Kanaza A. N Penasaran ngak, penasaran ngak.......... PENASARAN LAH MASA NGAK😅 Cara biar tidak penasaran adalah......... Jeng... Jeng... Jeng... Buka ceritanya, baca ceritanya, lalu masukan ke perpustakaan kalian, jika sudah membacanya jangan lupa vote, komen, dan share ke teman-teman ya😁
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Sahabat Jadi Cinta [ENDING]
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • BUNGKAM
  • ALONE
  • Abian untuk Nada
  • AMORA [OPEN PO]
  • RENJANA DERANA [END]
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines