Sebelum Aku Bermimpi

Sebelum Aku Bermimpi

  • WpView
    OKUNANLAR 41
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Pzt, Eki 18, 2021
Tanya Swastika adalah seorang perempuan berusia 25 tahun yang masih mencari tahu apa yang ia inginkan dalam hidupnya. Tanpa tujuan, ia terombang-ambing menjalani hari demi hari dalam ekspektasi lingkungan dan keluarganya : pekerjaan yang stabil, calon suami yang mapan, menikah dan hidup bahagia dalam keluarga kecil yang aman dan teratur. Tanya kembali mempertanyakan kehidupan penuh siksaannya setelah mengingat impian-impian tak realistis di masa kecil yang selalu membuatnya bahagia. Apakah impian-impian tersebut betul tidak realistis? Bagaimana jika ternyata impian masa kecilnya yang dapat menyelamatkan ia dari kebuntuan yang ia alami sekarang? Lalu, apakah sebetulnya yang Tanya inginkan dalam hidupnya? Sambil melawan waktu dan pendapat orang-orang di sekitarnya, Tanya kembali mundur beberapa langkah ke belakang dan mencari jawaban. Ia ingin bisa bebas bermimpi seperti saat ia masih kecil. Ia ingin kembali merasa bahagia seperti dulu lagi.
Tüm hakları saklıdır
#672
bisnis
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Okay, We're Married on July
  • [END] Peeking Past Foliage
  • [END] Ahli Metafisika Pergi Untuk Mendirikan Warung Pinggir Jalan Lagi
  • Rumah Kita -END-
  • Kenapa Harus Menikah?
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Nyala Redup di Sudut-Sudut Pabrik [END]
  • Symphony of Destruction
  • Partner

Aku tidak pernah merasa seputus asa ini sepanjang 29 tahun hidupku. Mungkin ini adalah alasan Tuhan menciptakan manusia bernama Mauren Tedjasukmana. You know, katanya apapun yang Tuhan ciptakan itu tidak ada yang sia-sia, semua punya tujuan. Bahkan masalah percintaanku tidak pernah membuatku se-hopeless ini. Tapi masalah pendidikan di negeri +62 yang menjadi concern hidupku belakangan ini, benar-benar menguras habis energiku. Apakah lebih baik aku menyerah saja? Atau apakah aku perlu percaya bahwa sekecil apapun perubahan yang kita buat, pasti selalu ada impact-nya. *** She asked me first, "Will you merry me?" And I replied, "Are you crazy?" Dia perempuan yang sejak kecil bercerita tentang mimpi-mimpi yang ingin ia wujudkan. Dia bercerita pada seseorang yang bahkan tidak berani bermimpi. Oh bukan tidak berani, tapi memang tidak punya ambisi dalam hidup. It's me. Let it flow. Tapi saat dia bilang ingin menjadi istriku, aku seperti terseret dalam dunia mimpi. Dengan dia, aku menemukan mimpi yang ingin aku gapai. *** Please be wise! Mengandung topik sensitif.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi