The Little Mafia

The Little Mafia

  • WpView
    Reads 1,807
  • WpVote
    Votes 256
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 18, 2021
para pangeran surga menatap gadis soleha nan polos itu. Ahmad dan Aisyah dua sosok manusia yang sangat berbeda. Ahmad dengan sikap tegas dan egoisnya sedangkan Aisyah dengan sifat polos dan lembutnya. Glapp "Aaa." teriak Aisyah. Aisyah sangat takut dengan kegelapan dan saat ini di aula sedang mati lampu. Aisyah hanya berdua bersama Dika. "Aisyi? Kamu dimana?" ucap Dika. Aisyah hanya terduduk meringkuk karena takut, dia tidak menjawab pangilan Dika. "Aisyi! Kakak khawatir." pangil Dika kembali. Aisyah perlahan membuka matanya dan melihat sosok Dika dihadapanya dengan senter. Dika tersenyum kemudian membantu Aisyah untuk berdiri. "Dasar Aisyi bodoh!" Dika membenarkan posisi hijab Aisyah sebelum kembali melihatnya dan tersenyum. Ini adalah kisah dimana cinta lebih egois dari pada keadilan.
All Rights Reserved
#2
minion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Code (Lima)
  • Arsyilazka
  • Cinta Eksklusif (Perjudian)
  • DALAM DIAMKU ADA CINTANYA {END}
  • 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐐𝐮𝐞𝐞𝐧 𝐌𝐚𝐟𝐢𝐚(PEMBALASAN DENDAM)
  • Revenger Cries
  • Imam Untuk Aisyah
  • USAI DAN LUKA [END& REVISI]
  • Klandestin || END

~lanjutan cerita ~TEMAN LAMA ~ "Jadi mereka tetap mati walaupun aku sudah bersusah payah menyelamatkan mereka" ucap Aqilla seraya menyilangkan kakinya dan mengankat tangan kanan untuk menopang dagu "ini bisa jadi masalah besar" Aqilla menatap intens siluet pelaku yang tertangkap kamera cctv tanpa dia sadari rupanya makan malam telah siap dan Haris berteriak memanggilnya dari dapur, Aqilla langsung mematikan tv dan bergegas ke dapur bergabung bersama saudaranya untuk menyantap makan malam, Aqilla tersenyum saat melihat makanan di depannya ~ "semua teman mu sudah kakak hubungi, teman yang mana?" tanya pria berkacamata sambil menatap sinis adik perempuannya yang basah kuyup "amm..." Aqilla berusaha mencari jawaban yang tepat agar kakaknya tidak curiga, tapi sialnya otak dia tidak bekerja dengan benar yang membuatnya hanya diam, "kamu habis dari kafe kan" tuding pria yang awalnya duduk bersandar pada sofa kini menegakkan duduknya menambah kesan penuh karisma yang membuat Aqilla takut Faktanya dia memang dari kafe yang dimaksudkan oleh ke dua kakak laki-lakinya, tapi dia bukan sekedar pergi menghabiskan uang di sana, dia ikut kerja sambilan dan jam kerja yang di berikan pada anak SMP sepertinya adalah sore hari agar tidak mengganggu jam sekolah, awalnya dia tidak diizinkan bekerja karena belum cukup umur tapi karena dia terus datang dan berteman baik dengan semua pegawai serta bos kafe, Aqilla akhirnya terdaftar sebagai pelayan. ~ Dia merasa senang bisa mendapatkan keluarga baru seperti mereka, tapi semua tidak akan berlangsung lama jika rahasia Aqilla terbongkar tanpa dia sadari senyumannya telah sirna dan digantikan dengan wajah datar, Aqilla mengingatkan kepada dirinya sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan keluarga yang telah mengadopsinya agar tidak terulang kembali kejadian dimasalalu yang menimpa orang-orang baik yang mengadopsi Aqilla sebelumnya, jadi dia harus memainkan perannya lebih bagus lagi agar atasannya tidak mengajukan protes.

More details
WpActionLinkContent Guidelines