"gue tau Nu,berat bagi lo untuk ngebales rasa gue,tapi asal lo tau gue gak pernah nyesel kenal dan sempet punya rasa sama lo,rasa yang bakal nyakiti gue"Ica menggigit bibir bawah nya sambil menahan air mata nya luruh. Ibnu yang masih membelakangi Ica tertegun. Sumpah,ini adalah saat terberat bagi nya. Jika Ibnu tidak pandai memainkan emot diwajah nya sudah dari tadi ia memeluk ica dan mengatakan perasaan yang sebenarnya. Apa Ica pikir disini hanya dirinya yang sakit? Apa ica tak tau seberapa sesak Ibnu menahan perasaan nya dari dulu? "Lo salah Ca,lo salah besar. Sorry kalok selama ini elo tersakiti terus sama gue. sama sifat gue yang gak pernah baik sama lo. Sorry. Tapi elo gak akan pernah tau rasa yang gue punya buat lo" Ibnu akhirnya membungkam kan suaranya lalu pergi.
More details