Sinestesia

Sinestesia

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 16, 2021
Menjalani kehidupan yang biasa sepertinya bukanlah takdir Davy Revion, atau yang sering disapa Deon, terima. Sebuah sindrom yang ada pada dirinya sejak lahir membuatnya harus berbeda dari yang lain. Tetapi disisi lain, kelainan itu membuat Deon juga memiliki sebuah insting aneh, yang pada suatu waktu menuntunnya untuk memunculkan fenomena, menumbuhkan sesuatu, yaitu sebuah entitas, yang sama sekali tidak pernah Deon duga dan percayai sebelumnya. Seketika, setelah kejadian itu, Deon harus beradaptasi dengan hal yang diterimanya. Bahkan, bukan hanya sekedar beradaptasi, namun ia juga harus menerima kenyataan bahwa hidupnya juga berubah. Bagaimana tidak, kedatangan makhluk dari dimensi antah berantah yang Deon sendiri juga tak pahami itu membuat hari-hari Deon seakan terasa dalam dunia mimpi. Alih-alih membuatnya pergi, Deon justru malah terjebak dilema. Sebab, ia tak bisa begitu saja menyingkirkan rasa kekagumannya terhadap keindahan yang dipertunjukkan oleh makhluk itu. Ya, Deon tau itu sangatlah salah bagi dirinya. - Start : 16 Oktober 2021 Cover by pinterest
All Rights Reserved
#715
bunga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • Persona
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • I'm Not A Villainess
  • THE NEW GIRL [SELESAI]
  •  Empathy (On-Going)
  • Trust
  • Take Me Back!
  • OUR FANTASY [END]

[FOLLOW SEBELUM BACA] CERITA ORIGINAL HANYA ADA DI AKUN : moonskyther, selain itu berarti PLAGIAT. BLURB : Kehidupan selalu memiliki misterinya sendiri, dengan rasa sakit atau dengan rasa bahagia ia menciptakan segelintir karakter manusia. Beberapa manusia mungkin dapat berdamai dengan hidupnya, dengan masa lalunya yang kelam, melanjutkan aktivitas hidup seperti biasa. Namun, itu tidak berlaku untuk manusia yang hidupnya telah tragis bahkan sejak ia masih kecil. Rasanya, hidup bagai badai yang selalu mencekamnya. Ia masih hidup, namun jiwanya telah lama mati. Ia masih berenang, namun jauh di dalam dasar sana ia telah lama tenggelam. Manusia tidak pernah sembuh perihal luka dan trauma. Mereka selamat dari kecelakaan, namun telah sepenuhnya cacat seumur hidup. Tapi sekali lagi, dunia terlalu jahat untuk manusia menjadi lemah. Dunia terlalu jahat untuk manusia yang tidak sedikitpun mempunyai alasan untuk tertawa ditengah telah berdarah-darah hidupnya. Alasan-alasan kecil untuk tetap bertahan hidup, bagai sebuah pondasi untuk pertahanan diri. Semua orang memiliki alasan bertahan hidup yang berbeda, untuk sekedar selalu menikmati segelas es kopi di pagi hari, atau untuk sekedar dapat berkunjung ke tempat yang ingin dinikmati. Hal itu yang selalu terlintas dalam benak seorang Aryan, dengan mimpinya yang selalu ingin melihat indahnya hamparan air danau Como. "Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin membawa diriku, aku ingin memuja mataku untuk melihat keindahan danau Como, itu inginku setidaknya sebelum aku melebur menjadi tanah." - Aryan Bagaskara Adhiwijaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines