Shaenette(on Going)

Shaenette(on Going)

  • WpView
    LECTURAS 534
  • WpVote
    Votos 338
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContenido adultoConcluida dom, nov 21, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
"Tolong beritahu saya, apakah setelah kepala saya dipotong saya masih bisa mendengar? Setidaknya suara cucuran darah yang mengalir di leher saya. Itu bisa membuat saya cukup senang" Shaenette. " Bahagia dengan keluarga baru?". Tatapan dingin tertuju ke arah bingkai Poto wanita cantik. Setetes air mengalir senyumnya terukir sangat manis, matanya berubah teduh, semakin banyak bulir air menetes semakin redup tatapannya. "Kenapa, kenapa dilahirkan jika tidak menginginkan?".senyum nya luntur di gantikan dengan seringai licik.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  •  BECOME THE PET OF THE FEMALE MAFIA [ END ]
  • ★the Silent Girl★
  • Falling in love for the first time
  • Cold Man? -JKLM.
  • LEADER OF MAFIA QUEEN {HIATUS}
  • Love Me Again (Book II) [Segera Di Terbitkan]
  • Zea
  • Be My One (Indo)
  • MY ICE GIRL (End)✓
  • VALOROUS

[NEXT AKAN DI REVISI+CHAPTER TAMBAHAN] Pernahkah kamu terbayang menjadi boneka dari seorang mafia wanita yang kejam dan tanpa belas kasih tetapi tanpa kamu tahu apa penyebab nya? Pintu baja berderit terbuka. Alvin mengangkat wajahnya perlahan. "Kau... siapa?" "Rosé," jawabnya singkat. "Kau akan mengingat nama itu mulai sekarang." Alvin menggeleng. "Kenapa aku di sini? Apa salahku?" Rosé tak menjawab. Ia hanya menatap wajah Alvin dalam-dalam. Tatapan itu tajam, menembus,seolah ia sedang mencari sesuatu yang tersembunyi di balik wajah polos Alvin. "Kau tidak salah...kau hanya sangat mirip" ucapnya pelan. "Maksudmu apa?" Rosé mendekat. Napasnya hangat namun dingin secara emosi, menyentuh wajah Alvin yang berkeringat. Ia merendahkan tubuhnya, menatap Alvin dari jarak dekat. Tangannya mengelus pelipis Alvin dengan pelan, seperti menyentuh hantu masa lalu. "Sudah kubilang, kau tidak perlu tahu sekarang" bisiknya. "Yang perlu kau lakukan... adalah bertahan." "Bertahan dari apa?!" Rosé menarik diri dan tertawa kecil,tawa yang hambar dan pahit. "Dari aku" katanya datar. Typo everywhere, sorry penulisan masih belum rapih dan kalo ada kesalahan please kasih tau yaa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido