ATHARRAFISQI (END)

ATHARRAFISQI (END)

  • WpView
    Reads 591
  • WpVote
    Votes 217
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 11, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Hah?!" tanyanya masih tak percaya. Lelaki itu tersenyum miring, "Pergi atau gak?! Pilihan ada di tangan lu, Bro," katanya sembari menaikkan salah satu alisnya. "Aaaaaaa!" Teriakan suara bariton itu menyeruak. Darah segar mulai mengalir, keadaan begitu mencekam. Hawa dingin, dengan embus sejuk anila pun ikut membuat lelaki itu lemah. Nabastala berubah mendung, seolah ikut merasakan sakit lelaki itu. Sepersekian detik setelahnya, awan menurunkan air matanya. Netra lelaki itu pun ikut memberontak mengeluarkan air mata. Sedang, benaknya menerawang jauh soal masa depan yang belum tentu ia gapai. "Gua sayang, elu, Sya," lirihnya kemudian sepersekian detik setelahnya matanya memejam merasakan sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
All Rights Reserved
#4
anakipa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bara dan Biru
  • SEBELUM KAMU(TAMAT)
  • Where The Feelings
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • SECRET
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • DESPERATE (COMPLETED) ��✔
  • Retrouvailles
  • AYKA
  • ARGA [REVISI]

"Saya suka kakak." Kata-kata itu terlontar dari bibir mungil milik Biru. Jantungnya berdegub sangat cepat. Telapak tangannya basah karena keringat. Kaki lemasnya dipaksa untuk tetap berdiri tegak dihadapan laki-laki jangkung itu. "Saya nggak bisa jadi pacar kamu, maaf." "Tapi saya nggak meminta kakak untuk jadi pacar saya. Saya hanya mengungkapkan apa yang selama ini saya rasakan. Dan sekarang, saya lega sudah mengungkapkan. Terimakasih atas waktunya kak. Maaf mengganggu." Setelahnya Biru pergi, meninggalkan laki-laki itu di halaman belakang sekolah. Tempat Biru menyatakan perasaannya. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines