ATHARRAFISQI (END)

ATHARRAFISQI (END)

  • WpView
    Reads 588
  • WpVote
    Votes 217
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 11, 2021
"Hah?!" tanyanya masih tak percaya. Lelaki itu tersenyum miring, "Pergi atau gak?! Pilihan ada di tangan lu, Bro," katanya sembari menaikkan salah satu alisnya. "Aaaaaaa!" Teriakan suara bariton itu menyeruak. Darah segar mulai mengalir, keadaan begitu mencekam. Hawa dingin, dengan embus sejuk anila pun ikut membuat lelaki itu lemah. Nabastala berubah mendung, seolah ikut merasakan sakit lelaki itu. Sepersekian detik setelahnya, awan menurunkan air matanya. Netra lelaki itu pun ikut memberontak mengeluarkan air mata. Sedang, benaknya menerawang jauh soal masa depan yang belum tentu ia gapai. "Gua sayang, elu, Sya," lirihnya kemudian sepersekian detik setelahnya matanya memejam merasakan sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
All Rights Reserved
#110
teenlite
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible Wish
  • RAISEN
  • Unmyoung❤ [On Going]
  • Where The Feelings
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Bara dan Biru
  • ALESYA (END)
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • Retrouvailles
  • FLASHBACK || Antara Nefa Dan Rendi [SELESAI]

"Shit, mata gue salah. Jelas itu bukan dia! ia janji ga bakal bohong lagi! Enggak! Ini pasti cuma mirip" ucap seorang gadis bermata biru berambut panjang dengan air mata yang tak terbendung lagi. Sambil terus menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya hanya halusinasi belaka. "You know? Terkadang bukan karena kebohongan kita membenci sesesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kita percaya" ucap seorang laki laki dengan nada dingin nya yang khas. Entah dari mana dia datang aku tidak tahu. Badanku kaku, lidah ku kelu dan kepalaku rasanya berat untuk menoleh. Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak berdaya sekarang. Bagaimana bisa orang itu dengan mudahnya memporak porandakan hidupku dalam satu kedipan mata? "Kemarin dia buat gue ngerasa begitu istimewa. Tapi sekarang, dia bikin gue ngerasa sama sekali gak diinginkan?" Ujar gadis bermata biru itu dengan berlinang air mata. "Gak selalu yang menurut lo itu baik adalah baik. Dan gak semua yang meurut lo itu buruk akan selalu buruk" Mendengar hal itu, gadis bermata biru itu hanya dapat menumpahkan kesedihannya dan air matanya di dada bidang pria itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines