"Sorry banget ya ini, tapi saya nyerahhhh," lirih wanita berlipstick merah cetar sambil meletakkan amplop di meja. "Saya balikin uangnya, silahkan cari orang lain. Terima kasih!" ucapnya sebelum pergi dari sana. Empat orang yang berada di ruang tamu langsung memandang ke arah bocah cilik yang sedang bermain Ipad di atas meja makan. "Jevan," Sang ayah yang tampaknya sudah jengah memanggil. "Kamu apain Bu Intan?" "Waktu di kamar mandi bajunya diumpetin," celetuk wanita muda yang tangannya dipenuhi banyak sekali perhiasan. Mendengar itu sang ayah memicingkan mata, namun putranya tak berani bertemu tatap. Jadi ia memutuskan untuk berdiri, melangkah ke sana dan menarik tangan Jevan sampai turun. Tiga orang yang lain hendak mengikutinya tapi ia larang karena ini urusan ayah dan putranya. Jevan sendiri sudah malas dan tidak bisa fokus pada Ipadnya sebab tatapan tajam sang ayah. Mereka berdua naik ke atas, sejurus kemudian mendengar suara pintu tertutup keras sampai orang-orang di bawah kaget dan panik sendiri. Nichol Benedict hilang kesabarannya. Ini wanita ke 24 yang disewa, dan tidak ada yang berhasil.
More details