
Ketika harumnya tanah ketika hujan usai terbawa oleh angin, menerpa penghidu. Maka, dari sana dia tahu bahwa, kesakitan itu kembali hadir. Rasa-rasanya hidupnya tidak pernah semanis lolipop di musim panas atau bahkan sehangat coklat panas di musim dingin. Lebih dari itu, detik ketika suara tangis menerpa bumi tujuh belas tahun lalu hingga suara burung gereja kembali ke sarangnya petang ini, yang ia rasakan hanyalah sakit yang kian hari menggerogoti jiwanya tanpa usai. Lidahnya terasa kelu hanya untuk berucap, "Ibu, aku sakit." Kembali mengais memori, mencari sesuatu dalam sebuah kotak memori. Pun ia tidak mendapati sesuatu yang layak disebut kenangan indah sebelum pergi meninggalkan bumi.Všechna práva vyhrazena
1 část