Miss.Independent

Miss.Independent

  • WpView
    MGA BUMASA 4,386
  • WpVote
    Mga Boto 73
  • WpPart
    Mga Parte 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Mar 6, 2026
Raina Maudya. Baik hati? Sudah pasti. Bahkan saking baiknya, kebaikannya sering disalahgunakan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Cantik? Jelas. Wanita mana di dunia ini yang tidak cantik? Semua wanita sama, cantik dengan diri mereka masing-masing juga kelebihan mereka masing-masing. Raina, dengan mata bulatnya, yang berbola mata cokelat. Juga rambut andalannya dengan potongan rambut sebahu, yang menambah kesan dewasa untuknya. Karir? Tak perlu diragukan lagi. Diusianya yang masih bisa dibilang cukup muda, ia berhasil menjadi salah satu Jaksa terbaik, di tempatnya bekerja. Satu, yang sering orang-orang khawatirkan tentang dirinya atau lebih tepatnya cibiran mereka tentang Raina, yang katanya usianya yang saat ini memasuki usia 'rawan' untuk wanita dan memintanya untuk sesegera mungkin melangsungkan pernikahan. Melangsungkan pernikahan? Bahkan pemilik sebagian tulang rusuknya saja ia belum tau siapa dan ada dimana. "Umur kamu udah 26 tahun, Raina. Bahkan sebentar lagi masuk 27, kan? Apalagi yang mau kamu tunggu? Karir kamu juga bisa dibilang sudah cukup kan, buat bekal kamu nanti setelah menikah? Kayaknya Tante nggak pernah lihat kamu bawa calon kamu ke rumah. Bahkan, dari dulu juga kamu nggak pernah bawa pacar kamu main ke rumah, beda sama sepupu-sepupu kamu yang lain." Ujar salah seorang saudara Raina yang hanya dibalas senyuman olehnya. "Jangan sampai deh ya, kamu jadi perawan tua. Nggak laku. Nggak ada tuh sejarahnya di keluarga kita yang kayak gitu, jadi perawan tua. Paling mentok umur 25 nikahnya. Jangan karir terus aja yang kamu kejar, nggak akan ada habisnya. Nikah itu ibadah loh." "Iya Tante, Raina tau. Raina pasti nikah kok. Tapi nanti, ada saatnya. Kalau nggak hari Sabtu, ya hari Minggu, itu juga kalau nggak hujan. Tenang aja, Tante Raina undang kok nanti. Bahkan, Raina niat buat kasih undangan pernikahan yang pertama kali dicetak nanti buat Tante."
All Rights Reserved
#64
jaksa
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Home (Completed) (Repost)
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Suck It and See (Complete)
  • KONTRAK RAHASIA
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Raino Untuk Raina (SLOW UPDATE)
  • Dosen Killer | END✔
  • Hening Dalam Luka
  • AFTER WEDDING - TERBIT
  • Normalnya, Ini Tidak Normal (END)

"Siapa barusan? Kok enggak disuruh masuk dulu?" ayah kini mengalihkan fokusnya padaku. "Teman Yah. Tadinya mau turun tapi aku bilang gak usah, gak enak udah malem," kataku lalu berjalan meninggalkan ayah. "Harusnya suruh masuk dulu, biar ayah tahu kamu berteman sama siapa?" katanya lagi. Aku memutar mataku jengah. Lalu berbalik menghadap ayah. Lalu berjalan mendekatinya. Menggelayutkan tanganku di tangan kekar laki-laki paruh baya yang selalu merasa khawatir padaku, seakan-akan aku ini masih gadis kecilnya. Satu hal yang ayah lupa aku kini sudah berusia 26 tahun dan aku sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. "Ayah, dia itu bukan siapa-siapa! Ayah gak usah khawatir kakak udah 24 dan bisa jaga diri," kataku sambil menggiring ayah masuk ke dalam rumah. Kudengar ayah menghela nafasnya, "Kamu itu permata ayah satu-satunya, harus benar-benar ayah jaga, karena ayah tidak akan memaafkan diri ayah sendiri jika sesuatu terjadi sama kamu," katanya. Aku mengelus lengan ayah, "Ayah gak usah khawatir! Kakak gak akan buat ayah kecewa," kataku lalu masuk ke dalam rumah. Ayah kemudian melepaskan lenganku yang menggamit menutup pintu depan dan memastikannya agar terkunci rapat.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman