Antal Hana

Antal Hana

  • WpView
    LECTURAS 565
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 12, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Dikeluarkannya pesawat kertas yang disimpan dalam tas, dibuka dan diperhatikan sekali lagi. "Apa kabar kamu? Kenapa keberadaanmu membuatku ambigu, kamu tadi ada di sana juga, kan? Kenapa tidak menampakkan diri? Jujur, terkadang hati ini ingin kembali, tetapi mengingat drama kehidupan yang kita cipta berimbas sampai detik ini, sungguh membuatku makin merutuki diri. Hadirmu laksana melodi. Menenangkan, tetapi setelah pergi membuat jiwa gamang." Setelah puas bermonolog dengan sebuah kertas, ia menyambar pigura yang terpampang di nakas, menampilkan sebuah foto akad dirinya dengan sang suami. "Hubby, apakah perjuanganmu juga hanya sampai di sini? Janjimu untuk selalu ada dan selalu memprioritaskan istri, kenapa justru pergi tanpa memberitahu alasan seperti ini?" Nasya mendekap pigura itu, dadanya seolah-olah terimpit, ingin menangis, tetapi air matanya habis. Ingin marah, tetapi ia lelah. Takdir seperti apa yang menanti Nasya pasca pertemuannya dengan Azka? Faktanya Arkan pun pergi di hari yang sama. Temukan jawabannya hanya di Antal Hana, sekuel Gejolak Hati Kafka.
Todos los derechos reservados
#1
ke
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)
  • Please, Love Me (END)
  • Xagala
  • Sakha Sania (End)
  • Bukan wanita biasa (TAMAT)
  • KEKASIH KECILKU [TAHAP REVISI]
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Angel To Raya (END)
  • BROKEN HEART [END]

" Waktumu 5 bulan, selama itu silahkan nikmati hidupmu sebelum kamu merangkak pergi dari hidupku" Ana terdiam, kembali menunduk. Ia sudah menyangka jika ini pasti terjadi. Lelaki itu tidak mungkin bisa menerimanya begitu saja. Tetapi mengapa sayatan didalam sana masih juga terasa ketika mendengar pengusiran secara tidak langsung itu. " Gunakan ATM itu untuk memenuhi apapun yang kamu inginkan. Kamu pasti perlu merayakan keberhasilanmu. Jangan khawatir, kartu itu tidak akan kehabisan isi hanya untuk memenuhi kebutuhanmu" kata Raga Ana menelan Saliva dengan kasar, tenggorokannya terasa dicekik oleh tangan tak kasat mata. " Kamu juga boleh tinggal disini sebelum waktumu habis dan aku akan mengusirmu" Ana menggenggam erat tali tas ditangan untuk menyalurkan kesakitanya. " Beberapa bulan lagi aku wisuda, setelah itu aku akan menikahi kekasihku... Raga menghentikan kalimatnya ketika Ana mengangkat wajah dan pandangan mereka kembali bertemu. Tentu saja gadis itu terkejut dengan kalimatnya, tetapi dia hanya bungkam tidak mencoba untuk menyela ucapannya. " Pastikan... saat itu tiba kamu sudah menghilang dari hidupku, tidak perlu lagi mengacaukan apapun yang akan kembali aku tata. Tempatmu bukan disini, kekasihku lah pemilik sesungguhnya, Kamu hanya dipinjamkan sebentar karena kekonyolan orang tuaku" Raga terdiam sebentar, menghela nafas berulang kali ketika entah karena apa sesak itu terus menerus menyerangnya. " Kebersamaan ini tidak lebih dari sebuah paksaan. Jadi, aku akan melepaskan ketika waktunya sudah tiba. Aku akan menceraikan mu.." " Aku harap... saat itu kamu tidak akan membuatku kesulitan lagi, dan ketika saat itu tiba, mari berpisah dengan benar, saling meninggalkan dan melupakan. Kamu bisa mencari kebahagiaanmu tanpa harus melibatkan aku didalamnya dan aku juga akan menjemput kebahagiaanku dengan kekasihku" tegas raga Dibalik tundukannya, Air mata itu akhirnya terjatuh juga, cukup menggambarkan seberapa kuat kesakitan yang ia terima.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido