Binar Wisnu

Binar Wisnu

  • WpView
    Reads 6,802
  • WpVote
    Votes 619
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 28, 2022
"Mas Nunu~" Hanya satu perempuan yang memanggilnya dengan panggilan seperti itu. Sejak pertama kali mendengar panggilan itu, aku tidak menyukainya. Terlalu kekanakan. Tapi aku lebih tidak menyukainya ketika ia memanggilku dengan nama panggilan yang sama seperti yang lain memanggilku. Aku memang aneh. - Wisnu Barra Narendra - "Barra" Semua orang memanggilnya dengan nama itu. Kecuali aku. Aku memanggilnya dengan nama panggilan kesayanganku, yaitu "Mas Nunu". Meskipun ia selalu menunjukkan raut tidak suka setiap aku memanggilnya dengan panggilan kesayanganku, tapi aku tetap terus memanggilnya dengan panggilan kesayanganku. Sampai tiba saatnya aku mengubah panggilanku padanya menjadi "Barra", seperti yang lainnya. Seharusnya ia senang bukan, karna tidak ada lagi yang memanggilnya dengan panggilan yang menurutnya kekanakan itu? Tapi kenapa raut wajahnya terlihat lebih tidak menyukainya? Aku mulai mengerti. Tidak ada yang salah dengan nama panggilannya. Hanya saja, ia tidak menyukai karna aku yang memanggilnya. - Binar Ayu Kalandra -
All Rights Reserved
#991
cold
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Gadis Bar-bar Dengan Sejuta Pesonanya
  • MY TEACHER MY SOULMATE (Sudah Terbit)
  • Hai Darel!
  • LOVE IN HIGHTSCHOOL OF KOREA
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • RAY & RAN {TAMAT}
  • KESAYANGAN RAKHA
  • Om Barra [TERBIT]

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines