My Man My Dead

My Man My Dead

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 18, 2021
Rasa sakit ini adalah cinta. Setidaknya aku tidak pernah mengatakan perasaanku pada siapapun. Namun aku benar-benar telah mencintai seseorang dan aku ingin tetap tampil sebagai peran ini. "Tolong jangan menyiksamu!" "Aku telah kehilangan dia!" bantahku. "Dia tidak akan datang untukku, lalu apa artinya aku?" Air mata ataupun takdirku, semuanya tergantung padaku. Tanpa kebebasan dan kenyataan, entah sudah berapa lama. Hanya rasa sakit yang datang dan pergi. Ini pasti salah! Setiap orang boleh berbeda dan mendapatkan hal yang sama. Dan aku ingin memiliki kesempatan untuk tetap bahagia, namun hanya ini yang mampu ku berikan. Mereka menahanku di sini, tanpa memberikan belas kasih dan pengertian padaku. Terus memaksaku untuk menjadi apa yang mereka mau. "Aku muak!" geramku. Berapa banyak pengorbanan yang harus di berikan? Ini belum cukup untuk menghancurkan diriku. Tolong jangan katakan apapun, ramalan itu tak perlu ku khawatirkan. Semua akan baik-baik saja, tetapi kenapa sesulit ini? Aku membuka diary ku dan ku lihat gelang kecil pemberiannya. Sebenarnya aku tak ingin menyimpanmu, tetapi karena aku benar-benar berharap kau datang dalam nyata. Aku sadar, ini mustahil, pada akhirnya aku pun harus bersama paksaan dan takdir mereka. Aku tidak bisa melepaskan diri demi nama baik keluarga. "Maafkan aku nona," ucap seorang pria yang baru saja membuka pintu. "Tolong pergilah!" perintahku. "Berhentilah seperti ini nona, jodoh anda mungkin_" "Cukup!" tegasku, "kumohon jangan membicarakan hal ini lagi." Jodoh atau alasanku untuk benar-benar meninggal? Kebahagiaan atau justru derita? Aku benar-benar pusing memikirkannya. Kalau saja aku tak bertemu dengannya, aku tidak akan tertipu. Sekarang aku sedih karena benar-benar memahami takdir. Aku harap, diriku bisa bebas. setidaknya berikan kebahagiaannya. Aku telah tiada.... bukan?
All Rights Reserved
#17
dyan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • Memorable
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Memory of The Love Melody {Completed}
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]

Dear Kim Sejeong, Lumba-lumba manisku, Kau tahu, aku menginginkanmu. Harapku itu bukanlah rahasia yang ingin kusembunyikan lagi. Semua yang terjadi antara kita, bukan tidak direncanakan. Kemudian, takdir menarikmu sangat jauh hingga tak terjangkau olehku. Tapi, kau akan terus berada di dalam hatiku. Kau adalah nafas dan alasan aku hidup, jadi siapa yang akan menghentikanku jika diputuskan bahwa kau adalah takdirku. Bagaimana jika kita menulis ulang kembali kisah itu, menulis jika kau tercipta untuk menjadi milikku. Dalam cerita kali ini, tidak akan kubiarkan siapapun merebutmu dariku bahkan kematian sekalipun. Dear Oh Sehun, Pinnochioku, kau pikir mudah untuk menulis kembali? Sedangkan di dunia baru ini hanya kau yang mengingat semuanya. Terluka dan berjuang sendirian. Kau pikir, aku bisa jatuh cinta padamu dengan mudah? Aku juga ingin, namun ada pintu-pintu (ingatan) yang tidak bisa kulewati. Kau kembali, namun menemukanku yang tidak tahu tentang keinginanmu. Bagaimana bisa kau mengatakan tak ada yang bisa menghentikanmu untuk menjadikanku takdirmu jika hanya kau yang ingat sedangkan aku tidak. Tapi, dalam cerita masa depan yang kau ceritakan padaku. Kita bisa mengubahnya, yaitu menulis ulang takdir kita satu sama lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines