Cry Of Redemption

Cry Of Redemption

  • WpView
    Reads 4,931
  • WpVote
    Votes 872
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 22, 2022
Leira hanyalah remaja biasa saat ia tiba-tiba saja masuk ke dalam novel picisan favoritnya. Bukan menjadi antagonis ataupun protagonis utama, tapi menjadi karakter sampingan dengan darah emas yang langka. Dan masalahnya adalah, tempat yang ia tinggali adalah kerajaan yang di kuasai oleh manusia serakah. Darah emas yang ia miliki, mampu memberikan keabadian dan kekuatan pada manusia. Orang-orang di daratan itu, terus memeras darahnya. Menyayat kulitnya dengan dalam, tidak menunjukkan sedikit pun simpati padanya. Seolah-olah Leira hanyalah boneka yang tidak akan merasakan sakit ataupun memiliki perasaan. Bertahun-tahun menjalani kehidupan baru yang berdarah, penjahat utama di dalam novel mengulurkan tangannya. Memeluk Leira yang telah putus asa dengan hidupnya. "Entah kemana pun kau pergi, jiwaku akan selalu datang padamu." (On going)
All Rights Reserved
#187
duke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku adalah adik tiri protagonis pria
  • Bound to the Duke [END]
  • The Antagonis Body!
  • Blooming Baby
  • The  Replacement Lady (End)
  • Princessa Atherion
  • EMPEROR'S DOLL [END]
  • Sang Panglima (Tamat)
  • Enough
  • Masuk Kedalam Komik BL [END]

⚠ Warning: obsession, possessive, harem. "Sudah kerja keras bagai kuda, tapi susah kaya." Sepertinya istilah itu cocok dengan kondisinya saat ini. Setiap hari, ia selalu lembur demi mendapatkan gaji yang tak seberapa. Gadis itu menggeram frustrasi, menyumpah serapah kehidupannya yang selalu sial. Hingga tiba-tiba, cara kerja otaknya yang tidak bisa berpikir jernih membuatnya mengambil beberapa kapsul obat tidur dan langsung menegaknya tanpa bantuan air. Mulut gadis itu berbuih beberapa menit kemudian, dan kepalanya terjatuh di atas meja, kehilangan kesadarannya. Namun, sepertinya ia tidak diizinkan untuk mati begitu saja. Jiwanya malah terdampar di dalam novel fiksi remaja yang ia baca beberapa hari yang lalu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines