Story cover for Mentari Senja by candlepai
Mentari Senja
  • WpView
    Membaca 34
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 5
  • WpView
    Membaca 34
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 5
Bersambung, Awal publikasi Okt 19, 2021
Dalam buku ini berisi tentang karya-karya ku yang berupa puisi, cerpen, dan lain-lain. Boleh mampir jika berkenan.

Isi:
1. Kisah Pemuda dan Keris yang Diselamatkannya (cerpen)
Kisah ini adalah fanfic yang berkarakter utama Gojou Satoru dan Hatake Kakashi yang akan menyelamatkan desanya menuju kehancuran karena Keris pusaka Garuda Melek dicuri oleh pengkhianat dari berbagai desa. 
2. Rumah, Hujan, dan Ombak (puisi)
Puisi ini bekas dari aku mengerjakan tugas ujian praktek waktu kelas 12. Puisi ini bercerita tentang bencana alam dan bertema tentang lingkungan hidup.
3. Giovanni (puisi)
Puisi ini juga bekas aku buat tugas sama seperti Rumah, Hujan, dan Ombak. Namun, puisi ini bertema hubungan LDR si cowo yang tidak bisa pulang karena adanya wabah :(
4. Jangan Lupa Aku (puisi)
Puisi ini bukan punya aku. Ada teman yang meminta pendapat tentang puisinya. Ya karena aku baik :) aku mau ngebantu dia. Disini aku kasih perbandingan antara punya temanku dan puisi yang udah aku prafrase dari puisi teman aku. Ini bertema perjuangan pahlawan loh.

Selanjutnya langsung di dalam sini ya, nanti deskripsinya kepanjangan :(
Terima kasih udah mampir. 


Semua karya sastra yang telah aku buat bersifat copyright atau memiliki hak cipta. Perhatikanlah etika dalam bersosial media.

cover:
https://pin.it/5j3KpQr
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Mentari Senja ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#55indonesian
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
TIME will TELL {On Going} oleh bLuE096r
15 bab Bersambung
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] oleh AYA_MNK
28 bab Bersambung
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 8
... cover
TIME will TELL {On Going} cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
Back To Home  cover
[2] Asa dalam Rasa | ✔ cover
Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End) cover
THE REBIRTH OF THE YOUNGEST  cover
Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔ cover

...

40 bab Bersambung