Thank God for creating Brayn

Thank God for creating Brayn

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 17, 2023
Ga ada yang tau pertemanan kita bakal selama apa Byarn , tapi kalo suatu hari nanti kita ga sedeket ini lagi, lu harus janji kalo lu akan tetep inget karna sampai kapanpun gua akan selalu jadi temen lu. Kita pernah ada difase sedih, nangis, canda, tawa bareng-bareng kan? Lu juga harus janji kalo lagi ada masalah gabole sungkan untuk cerita, karna gua akan selalu ada buat lu, cuma kita ga bisa ngehindar dari hukum alam ~Clarissa Ainun Sasikirana Gue gatau persis apayang lu butuhin, tapi gua tau lu cuma pengen tenang. Tenang dalam hal apapun. Dewasa kadang membuat lu takut untuk melakukan sesuatu. Gue saksi dari perjalanan hidup yang lu laluin. Allah baik banget Ssa, walaupun hanya sesaat tapi Dia kesih kesenpatan-gue buat jadi manusia yang sedikit berguna buat lu. Dan selama gue ada lu ga bakal lewatin segala kesusahan itu sendirian, And some day gue yakin tiap kesabaran yang kita lakuin bakal berbuah manis pada akhirnya. ~Muhamad Brayn El-Fath
All Rights Reserved
#505
sajak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • Hurt ; Han Seungwoo ( END )
  • DIKANESHA
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Mahligai Sunyi
  • Jangan ingin jadi aku (Hiatus Sebentar)
  • FALLING IN LOVE
  • Everything Will Be Okay
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • Remember Me As A Time of Day✅

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines