Mentari [Slow Update]

Mentari [Slow Update]

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 19, 2021
Tentang Mentari yang berusaha terlihat baik baik saja dimata semua orang. Dan Ini juga Tentang Arken yang datang....untuk Mentari. "Percayalah! berusaha tersenyum hanya untuk menutupi seluruh Luka Itu menyakitkan."~Mentari Putri Syaquella. "Jangan pernah merasa Sendiri,Aku disini berusaha membuatmu tetap Tersenyum. "~Arken Algafri Shaenette plagiat?Minggat! #IndianStory #Sumellika #MallikaSingh_Official #Beatking_Sumedh
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imperfection : Fight to be fine
  • Senyum untuk Kejora (COMPLETED)
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • ruang
  • Because I'm Stupid (End)
  • Air Mata Elara
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Teruntuk Luka [Completed]

#BBS [Bastard Belati Series] #1 •Imperfection 2• ______________________________________ Mulai saat ini Cahaya tahu hidupnya tak lagi sama. Bersama Racquelle, Leo seakan lupa pada apa yang pernah terjadi dengannya dan Cahaya. Leo kembali dengan sifat berengseknya. Baik Leo dan Cahaya sama-sama bertingkah seolah saling tak mengenal satu sama lain. Hingga sesuatu tak terduga terjadi kepada keduanya. Mereka belajar untuk berjuang melawan luka dan derita yang bersarang di dada mereka. Mereka belajar melawan ego mereka masing-masing demi berdamai dengan luka. Lalu, akankah mereka mendapatkan kebahagian mereka setelahnya? _________________________________ © Copyright 2019 By Ran. *** Nggak ada bentuk toleransi untuk seorang plagiat. Tidak memaklumi segala tindak plagiarisme. Karena author bikin cerita nggak mudah. Harus meras otak supaya dapat imajinasi. Jadi, dibanding harus merugikan orang lain lebih baik tak usah buat cerita. Sesimpel itu. Berkaryalah dengan otakmu sendiri. Pergunakan otak dengan benar agar tidak sekadar jadi pajangan dalam kepala. Dibanding rusuh, pelagiat lebih baik menjauh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines