Mentari [Slow Update]

Mentari [Slow Update]

  • WpView
    přečtení 26
  • WpVote
    Hlasy 3
  • WpPart
    Části 1
WpMetadataReadPro dospěléRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno úte, říj 19, 2021
WpInfo
Fikce
Romantika
Tentang Mentari yang berusaha terlihat baik baik saja dimata semua orang. Dan Ini juga Tentang Arken yang datang....untuk Mentari. "Percayalah! berusaha tersenyum hanya untuk menutupi seluruh Luka Itu menyakitkan."~Mentari Putri Syaquella. "Jangan pernah merasa Sendiri,Aku disini berusaha membuatmu tetap Tersenyum. "~Arken Algafri Shaenette plagiat?Minggat! #IndianStory #Sumellika #MallikaSingh_Official #Beatking_Sumedh
Všechna práva vyhrazena
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • BULAN (END)
  • ruang
  • Senyum untuk Kejora (COMPLETED)
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Imperfection : Fight to be fine
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Air Mata Elara
  • RAIN [END]

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu