Rasa atau Sahabat

Rasa atau Sahabat

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[ Hasil pemikiran sendiri ] [ Follow sebelum baca ] "Ra gw boleh bicara sama lu gak" ujar Regan sambil tersenyum "Hm, oh ya boleh ada apa" ucap Tara sampai di depan Regan "Em, tapi bukan disini gw mau bicara sama lu empat mata bolehkan" tanya Regan dengan mata yang melihat kemana-mana "Oh okh ayo mau kemana" jawab Tara "Ke taman belakang sekolah" ucap Regan sambil berjalan ke taman belakang sekolah, Tara hanya mengangguk Sampai belakang sekolah " tar sebenernya gw tuh suka sama lu, ehem kamu mau nggak jadi pacar aku" tanya Regan kepada Tara " Sorry gan tapi gw nggak bisa jadi pacar lu" jawab Tara dengan terpaksa " Kenapa tar, kenapa apa yang kurang dari gw tar" ujar Regan dengan kepala menunduk menahan tangis " Sorry karna sahabat gw ada yang suka sama lu. Jadi gw nggak bisa jadi pacar lu maap sekali lagi" ujar Tara pergi dari taman belakang sekolah 🌷🌷🌷🌷 Hai ini cerita pertama aku harap di maklumi ya juga banyak typo. Kalo nggak suka nggak usah di jelek jelekin ya 😄 Makasih juga yang udah vote sama baca. 🌷🌷🌷 Selamat membaca papay
All Rights Reserved
#437
barbar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • No Longer Mate
  • Because I'm Stupid (End)
  • Arsyilazka
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • My Boyfriend Is Like Ice
  • AL - TA [END]
  • Sweet Combat

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines