My Enemy My Partner

My Enemy My Partner

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 24, 2021
Mellody seorang gadis yang mengasingkan diri dari keluarganya ia pindah ke jakarta dan hanya membawa uang yang sangat minim. Erlangga anak laki-laki kaya raya yang kabur karna lelah di banding bandingkan dengan kakak nya terus menerus. Keduanya dipertemukan di depan gedung apartemen dengan uang yang cukup untuk menyewa satu unit jika digabung kan. Bagaimana kelanjutan nya? Apakah mereka akan memilih untuk berkongsi? dan bagaimana kehidupan mereka ke depannya. __________________________________________________ Cerita murni Khayalan saya don't copy copy cause ini bukan foto copy. Jika kamu mencari sesuatu yang spesial jangan mencarinya di cerita ini. Cari lah di martabak spesial. "Ini cerita ga jelas yang dibuat oleh orang ga jelas" "Jadi kalo ada yang baca kita sama! SAMA SAMA GA JELAS"
All Rights Reserved
#2
mellody
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • Where Are You?
  • ERLANGGA
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓
  • Keep Me, Gharen [Sudah Tamat Draff]
  • ALGANESSA
  • sex servant [END]
  • -LANDA-
  • GALAKSI BIMASAKTI
  • MURID PINDAHAN YANG SUKA DIAM DIAM (Hiatus)

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines