AYUMI, Single Parent

AYUMI, Single Parent

  • WpView
    LECTURAS 216
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, dic 22, 2021
[ PLAGIATOR DILARANG MENDEKAT!!] [ON-GOING] HAPPY READING Ayumi masih menunduk, tidak berani menatap lawan bicaranya saat ini, sebab sejak tadi cowok itu hanya memasang wajah datar. Kedua tangannya sibuk mencengkeram rok sekolahnya, berusaha melampiaskan perasaan kesal, hancur, dan benci yang tertanam kepada cowok itu. "Aku hamil." Ayumi berkata dengan suara yang sedikit bergetar. cowok itu melengoskan pandangannya ke samping dengan ekspresi yang masih datar. "Gugurin." Dingin, tajam, dan menusuk hingga ke ulu hati terdalam. Ayumi tahu. Dari raut wajah cowok itu, dari caranya bicara akhir-akhir ini, dari sikapnya yang selalu terkesan cuek, Ayumi jelas harusnya sadar diri inilah jawaban yang akan dia dengar. Namun, sungguh dia tidak menyangka jika rasanya akan sesakit ini. Bayangkan saja, apa yang kalian rasakan saat mengetahui jika ayah dari bayi yang sedang kamu kandung tidak menginginkan kehadiran bayi itu? Malah, dia menyuruhmu untuk membunuhnya. Haruskah kamu mengikuti sarannya untuk menggugurkan kandungan itu? Atau, membiarkan bayi itu lahir ke dunia tanpa pernah mengenal sosok ayah? Cover by : @jajamin_desain Copy right by : becauseofyou_127 Start : 09 -September 2021 Finish : -
Todos los derechos reservados
#119
gio
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Di Usia 16(Terbit)
  • REIGA : Ayah Sambung Anakku [√]
  • DAREN [End]
  • Become A Mother My Son
  • REGATHAN [END]
  • Bad Wedding [Complete ✓] Tahap Revisi
  • GarQil {END}
  • AUTO JANDA [ TAMAT ]
  • My Love (Jaemren) END✔

(Novel Di Usia 16 sudah tersedia di toko buku offline dan online @maple_books) Maira masih menunduk, tidak berani menatap lawan bicaranya saat ini, sebab sejak tadi cowok itu hanya memasang wajah datar. Kedua tangannya sibuk mencengkeram rok sekolahnya, berusaha melampiaskan perasaan kesal, hancur, dan benci yang tertanam kepada lelaki itu. "Aku hamil." Maira berkata dengan suara yang sedikit bergetar. Lelaki itu membuang pandangannya ke samping dengan ekspresi yang masih datar. "Gugurkan." Dingin, tajam, dan menusuk hingga ke ulu hati terdalam. Maira tahu. Dari raut wajah lelaki itu, dari caranya bicara akhir-akhir ini, dari sikapnya yang selalu terkesan cuek, Maira jelas harusnya tahu inilah jawaban yang akan dia dengar. Namun, sungguh dia tidak menyangka jika rasanya akan sesakit ini. Bayangkan saja, apa yang kamu rasakan saat mengetahui jika ayah dari bayi yang sedang kamu kandung tidak menginginkan kehadiran bayi itu? Malah, dia menyuruhmu untuk membunuhnya. Haruskah kamu mengikuti sarannya untuk menggugurkan kandungan itu? Atau, membiarkan bayi itu lahir ke dunia tanpa pernah mengenal sosok ayah? • 01 Juli - 31 Agustus (2021)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido