AYUMI, Single Parent

AYUMI, Single Parent

  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 22, 2021
[ PLAGIATOR DILARANG MENDEKAT!!] [ON-GOING] HAPPY READING Ayumi masih menunduk, tidak berani menatap lawan bicaranya saat ini, sebab sejak tadi cowok itu hanya memasang wajah datar. Kedua tangannya sibuk mencengkeram rok sekolahnya, berusaha melampiaskan perasaan kesal, hancur, dan benci yang tertanam kepada cowok itu. "Aku hamil." Ayumi berkata dengan suara yang sedikit bergetar. cowok itu melengoskan pandangannya ke samping dengan ekspresi yang masih datar. "Gugurin." Dingin, tajam, dan menusuk hingga ke ulu hati terdalam. Ayumi tahu. Dari raut wajah cowok itu, dari caranya bicara akhir-akhir ini, dari sikapnya yang selalu terkesan cuek, Ayumi jelas harusnya sadar diri inilah jawaban yang akan dia dengar. Namun, sungguh dia tidak menyangka jika rasanya akan sesakit ini. Bayangkan saja, apa yang kalian rasakan saat mengetahui jika ayah dari bayi yang sedang kamu kandung tidak menginginkan kehadiran bayi itu? Malah, dia menyuruhmu untuk membunuhnya. Haruskah kamu mengikuti sarannya untuk menggugurkan kandungan itu? Atau, membiarkan bayi itu lahir ke dunia tanpa pernah mengenal sosok ayah? Cover by : @jajamin_desain Copy right by : becauseofyou_127 Start : 09 -September 2021 Finish : -
All Rights Reserved
#815
hamil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Broken Touch (Tamat)
  • ✔ Pregnant with handsome school boy Bai Yueguang
  • One Night Accident [End]
  • AUTO JANDA [ TAMAT ]
  • My Love (Jaemren) END✔
  • Di Usia 16(Terbit)
  • REGATHAN [END]
  • (MIN)E SUGA / (MIN)E YOONGI (END)

"Buka mata kamu. Jawab sambil liat abang! Kamu hamil?" "Emangnya kenapa kalau aku hamil?" Binar mendongakkan kepala lalu membuka matanya. Mencoba menghilangkan rasa takut dan memberanikan diri menatap mata tajam Nanda. Namun sejatinya dia tidak sendirian. Pria di depannya itu juga menyimpan ketakutan dalam tatapannya. "Abang akan bertanggung jawab." Nanda berkata pelan, ada rasa ragu dalam nada bicaranya. Suara Nanda yang sedikit bergetar membuat Binar terkekeh geli. Oh, lihatlah betapa bodoh dan dungunya pria di depannya ini. "Tanggung jawab? Bullshit. Lalu bagaimana dengan mbak Ajeng? Bukankah tinggal menghitung hari kalian akan tunangan. Dan satu lagi, kalaupun aku hamil, aku tidak membutuhkan tanggung jawab dari bajingan seperti Abang." Suaranya lantang. Tak ada lagi ketakutan dalam mata itu. Hanya ada tatapan nyalang di mata Binar. ⚠️Untuk usia 18+ Start : Agustus 2020 Finish : Agustus 2022 Baca kelanjutan cerita ini di story' ➡️ BECOME MAGISTER OR BECOME MOTHER

More details
WpActionLinkContent Guidelines