Aluna World!

Aluna World!

  • WpView
    LECTURAS 338
  • WpVote
    Votos 128
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, feb 9, 2023
"Selamat pagi Aluna, sudah bangun?" Tanya laki-laki itu sambil tersenyum ke arah Aluna. Sial. Aluna benar-benar lupa bahwa dia tidak pulang kerumah kemarin, karena terjebak hujan disini dan Aluna juga lupa bahwa dia disini tidak sendiri, melainkan bersama pria asing yang kemarin ijin untuk menginap di Coffe shop milik Aluna. Aluna langsung buru-buru turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi, tanpa menjawab sapaan selamat pagi dari pria itu. Sampai di dalam kamar mandi Aluna langsung mencuci mukanya dan menggosok gigi. Saat tengah asik menggosok gigi tiba-tiba laki-laki itu mengetuk pintu kamar mandi. "Aluna, saya mau pamit pulang. Terima kasih untuk semalam, maaf sudah merepotkan" Ucap laki-laki itu. Aluna tidak menjawab apa-apa, dia hanya diam sambil menatap wajahnya yang ada di cermin wastafel kamar mandinya. Tunggu sebentar, apa katanya tadi? 'Terima kasih untuk semalam' memang nya mereka habis melakukan apa, sehingga laki-laki itu mengungkapkan terima kasih untuk semalam?
Todos los derechos reservados
#5
coffeshop
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cerita Tentang Langit Malam
  • sleeping beauty✅✅(jikook)
  • I love you, Boss!
  • I Latte You
  • ZAVLUNA: Menikahi CEO Yang Lumpuh
  • Stay with Nathan
  • One cup of coffee
  • Coffee Late Night
  • The Art of Loving You
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]

Kenapa aku suka sekali menatap langit malam, karena disana ada kamu, Bintang. ▫️▪️▫️ "Langit malam itu indah ya!" "Tidak juga. Hanya gelap." "Tapi aku suka. Damai. Terlebih ...." "Terlebih apa?" dia menoleh padaku seperti ingin mengetahui apa yang akan aku katakan selanjutnya. "Terlebih ketika aku bisa menatap langit dan bersanding disebelahmu, Bintang." suara hatiku yang melanjutkan. "Terlebih kalau sambil makan coklat. Ehm ... aku jadi pengen. Beli yuk." "Dasar!" telapak tangan itu lembut sekali saat membelai rambutku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido