Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Dibalik Jendela (1/1)

Dibalik Jendela (1/1)

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, oct 23, 2021
WpInfo
No ficción
Gadis itu terkurung dalam sebuah kubah yang cukup besar, dimana hanya dirinya dan satu gadis lain yang hanya terkurung di sana. Setiap hari, perempuan yang bernama Amy itu melihat ke arah luar jendela, mendapati gadis lain berambut biru yang selalu berada di bagian luar jendela itu, dan gadis berambut biru itu selalu tersenyum kepada Amy, seolah ingin mengajaknya pergi. Amy ingin pergi, tapi ia tidak bisa. Ia hanya meratapi nasibnya setiap saat, dan menghabiskan waktu bersama gadis berambut cokelat yang selalu berada di sisinya. . "Aku ingin bebas. Tapi, bagaimana?!" *** Eyyooo saya gabut lagiii, dan buat cerita gaje lagiii. Dah, pokoknya ni crita murni dari pemikiran gabut saya yang paling dalam.
Todos los derechos reservados
#51
kebebasan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Mahligai Sunyi
  • When You Were Here
  • DikaRanggi
  • ALEYA~~
  • Sekali Lagi (End)
  • Fading Out Flickers
  • IF YOU
  • The Grey Of SAKARUNA
  • Bentangan Payung Biru

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido