Chivalric Romance: Legend of Round Table

Chivalric Romance: Legend of Round Table

  • WpView
    Reads 220
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 19, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Perang Dunia adalah mimpi buruk, terutama bagi tentara yang terjun langsung ke dalam pertempuran tersebut. Namun, bertahan hidup di abad pertengahan sebagai seorang wanita ternyata sama buruknya. Menyadari dirinya mengalami sesuatu yang irasional--terlempar ke masa lalu di Inggris tahun 592 Masehi, membuat luka fisik yang dialami Louisa menjadi semakin parah. Ditambah gangguan kecemasan dan krisis identitas, menyebabkan gadis yang pernah berpartisipasi dalam Perang Dunia ke-3 tersebut kerap berpikir untuk mati. Akan tetapi, kehadiran seorang pria bernama Arthur, perlahan membuat Louisa kembali menemukan alasan untuk tetap hidup. ───⊱⊰─── "Mengapa kau tidak membunuhku saja? Aku lelah, mimpi buruk itu terus menghantuiku setiap saat." -Louisa Jeanette ____________________________________________ Start → 12 Februari 2024 End → - Publish setiap hari Minggu Manip cover by @varn_design Original story by @Daiyasashi ____________________________________________ ©2024 Daiyasashi PS: cerita ini cocok untuk kalian yang menyukai Arthurian Legend dan sejarah.
All Rights Reserved
#743
manusiaserigala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INKHENESIA
  • The Bride Who Never Was
  • The Saintess Ran Away | Sang Saintess Melarikan Diri
  • ENTERING THE BODY OF A DUCHESS
  • Garden Of Mirror [ Noir ] [ COMPLETED - SUDAH TERBIT By TeoriKata Publisher ]
  • LITTMON! {ON GOING}
  • Transmigrasi Gadis Gila
  • GERBANG IBLIS [SELESAI √]

Hidup dimasa penjajahan bukanlah hal yang mudah, banyak hal buruk yang dilalui. Masa-masa dimana hukum rimba menjadi tolak ukur akan sesuatu kekuatan, hukum tersebut yang membuat aku dan keluargaku mengalami kepahitan yang mendalam. Aku terlahir di kenyataan yang tak ingin kurasakan. Aku tak mengerti apa yang Tuhan inginkan ketika aku diciptakan di masa terburuk sebagai budak akan kekuasaan. Aku sama sekali tidak menginginkan ini, menjadi orang lemah dan selalu tertindas di tanah sendiri. Apapun yang terjadi aku tetap berdiri, walau hakikat nya tanah yang ku pijak tak lagi kuat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines