LR
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 8, 2021
"kelinci jelek" ejek anak laki-laki kepada anak perempuan di hadapannya. "kuting gayak nebelin huh" balas gadis kecil berusia empat tahun dengan raut wajah galak namun terlihat lucu. Dua anak yang selalu bertengkar itu kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik dan tampan namun sayangnya sejak usia gadis kecil itu 5 tahun dan anak laki-laki tampan itu berusia 8 tahun keduanya harus hidup terpisah.
All Rights Reserved
#73
sekretaris
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Kelabu Milik Ara
  • SenoRita
  • MY LOVE (END)
  • Sahabat ... Nikah, Yuk! [Republish]
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • Aleum And 7
  • Cinta Tersembunyi-Tamat
  • Rumah Penuh Cerita

"Ada anak-anak yang dilahirkan di bawah langit cerah. Ada pula yang tumbuh di balik kelabu, dengan doa yang tak terdengar." Ara kehilangan ayahnya saat usianya baru 2,5 tahun. Ia tak sempat mengingat hangatnya pelukan seorang ayah, dan kasih ibunya pun jarang ia nikmati. Ibunya sibuk, terlalu sibuk bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Saat usia delapan, ibunya menikah lagi. Tapi kehadiran ayah tiri tak serta-merta mengobati sunyi di hati Ara. Ia tumbuh canggung, asing dengan perhatian yang datang terlambat. Kehidupan membawanya berpindah-pindah-tinggal bersama nenek, berpindah sekolah karena perundungan, lalu hidup seadanya tanpa uang saku, bahkan tanpa makan. Ia dibenci keluarga ibu kandungnya, dimarahi, diusir, dibicarakan. Namun, ia tetap bertahan, hanya karena satu hal: harapan. "Bukan cinta yang menjadikannya kuat, tapi luka yang ia peluk diam-diam." Ara ingin sukses. Ia ingin membalas cinta tulus dari orang-orang yang benar-benar menyayanginya: ibu, ayah tiri, dan nenek kecilnya. Ia ingin mengubah langit kelabu menjadi pelangi, dengan tangannya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines