[Sudah tersedia di toko buku]
Dimitri kembali pulang, tapi di tengah perjalanan, ia menyadari bahwa pulangnya tidak lagi terasa sama. Yang dibawanya bukan hanya koper dan kenangan dengan kota New York, tapi juga rindu. Rindu yang sampai mati pun ia tahu tidak akan pernah berbalas.
Dari awal ia menunggu di boarding room, berjalan di garbarata, mengantre di kabin yang sesak, duduk di kursi dekat jendela--karena dia memang sengaja membayar mahal untuk view itu, sampai ia melihat lampu-lampu New York untuk terakhir kalinya, Dimitri sadar benar bahwa pulangnya tidak akan pernah bersambut. Tapi tetap, ia berkata lirih, "Pram, aku pulang."
Tenderlova, 2022
Dengan segala keterbatasan, Kin Dhananjaya memulai perjalanan untuk mencari tahu arti sebuah kedewasaan. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk keluar dari rumah dan memulai kehidupannya sendiri-di sebuah kota yang akhirnya kembali mempertemukannya dengan seseorang dari masa lalunya.
"Apa sekarang lo bakalan kasih tau dia?"
"Enggak, karena di dunia ini, ada beberapa hal yang nggak perlu untuk disuarakan."
Meski dia tidak tahu bagaimana kedepannya, Kin Dhananjaya ingin mencoba menjadi laki-laki dewasa. Dia ingin bertanggung jawab, pada segala hal yang terjadi di hidupnya.
| Tenderlova, 2024