4 Sesi atau 4 Tahap?

4 Sesi atau 4 Tahap?

  • WpView
    LETTURE 14
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, apr 4, 2022
[FOLLOW SEBELUM BACA] [19/9 09:49] .: Kak Wira, izin bertanya [19/9 09:49] kak wira: gak [19/9 22:05] .: Kak, ini penting mohon dijawab kak. 4 sesi atau 4 tahap Kak? [19/9 22:05] kak wira: lupa Ilona Mediviliona, seorang gadis cantik yang baru saja menyelesaikan pendidikan SMA nya dan sekarang Ia harus meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi lagi dan kini statusnya menjadi seorang mahasiswa baru di kampusnya. Cewek berhati lemah lembut, kalem, dan juga ramah itu sialnya harus berhadapan dengan kakak tingkatnya yang galak, emosian, datar, dan tidak sabaran. Namun, siapa sangka jika dibalik itu semua ternyata Wiraraja Mahendra selaku katingnya malah sengaja untuk mencari perhatiannya saja? Ilona pun bimbang, karena Ia juga sebenarnya masih ragu untuk memutuskan komunikasi dengan mantannya walaupun dia tahu opsinya hanya ada satu, melepaskannya.
Tutti i diritti riservati
#636
mahasiswa
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Come Back to Me (Completed)
  • Letha
  • Davidson || END
  • My Famous Boyfriend [Completed]
  • Secret Love (Tamat)
  • Kakak Kelas [COMPLETED]
  • The Power Of Stalker
  • Meet Me | Little Romance Fiction
  • 180° [END]
  • 2D : Dhea & Darka || END

Siang itu cerah. Tak ada setitik awanpun disana. Pandangannya teralih, dan jatuh pada seorang pria yang baru datang dari parkiran. Tinggi, dan putih. Tipe idealnya. Tak lama, wajah kaku itu berhias senyum sinis. Matanya mengikuti kemanapun pria itu pergi. Sudah lama Zania memperhatikan pria di bawah sana. Namanya Vian mahasiswa jurusan musik. Awalnya dia pikir pria itu masuk dalam tipe idealnya. Tapi tidak! Pria itu tengil, menyebalkan dan sering menggunakan bahasa antah berantah yang Zania sendiri tak tau apa maksudnya. Satu lagi, pria itu tak punya otak. Kelakuannya yang sembrono dan tak pernah serius benar-benar membuat gadis itu ilfell. "Woy! Disini lagi? Jangan-jangan lo cucunya setan penunggu jembatan ini!" Suara seorang pria mengusik telinganya. Membuat gadis itu mau tak mau harus menengok. Vian. Seperti tebakannya. Tak ada orang lain yang lebih nggak jelas dari pria di hadapannya sekarang. Bukan spacenya untuk meladeni pria macam ini. Gadis itu berbalik, lalu beranjak pergi. "Woy! Gue ngomong sama lo kali! Bukan sama balkon" teriak pria itu menghentikan langkah Zania "Mending lo ngomong sama balkon aja. Mungkin dia lebih paham bahasa planet lo" ucap gadis itu tanpa menoleh. Hanya sebentar, lalu segera kembali berjalan. Vian hanya tersenyum masam. Terus memperhatikan punggung gadis itu yang mulai menghilang. * * * Tanpa di duga, sebuah hari tiba. Memutar balikkan persepsi gadis itu tentang seorang Vian. Gadis itu jatuh cinta terlalu dalam. Sampai saat masa lalunya kembali datang. Mengacaukan kisah cintanya yang sekarang.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti