DESTRUCTION (on going)

DESTRUCTION (on going)

  • WpView
    Reads 33,756
  • WpVote
    Votes 1,720
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 17, 2021
"pah, rey mau dia" Reyhan Geraldi Mahendra, dia lelaki yang apapun keinginannya harus ia dapatkan. Sosok dingin tegas dan sangat posesif terhadap miliknya Rey memiliki ketertarikan lebih pada seorang gadis cantik keturunan Adiyaksa. Keluarga yang cukup terpandang tetapi memiliki banyak kelemahan baik cover ataupun isinya semua belum sesempurna itu untuk melawan keluarga Mahendra. Dan kelemahan itu yang membuat Nadhira harus berada di posisi sulit dalam hidupnya. ________ "Reyhan lo gak boleh egois lo juga gak boleh jahat sama diri lo sendiri, gue bakalan selalu ada buat lo jadi jangan ngelakuin hal itu lagi ya" Nadhira Anjani Meirayaksa, gadis cantik itu sangat menyesali perkataan nya untuk menenangkan putra tunggal Mahendra. Seharusnya ia membiarkan saja Reyhan melukai dirinya karna ia tidak sedekat itu dengan Rey tapi mungkin ia juga yg akan menyesal jika itu terjadi. Dia tidak berfikir akan terjebak dalam posisi yang harus di kekang dan harus terlihat lemah setiap berhadap dengan Reyhan, lelaki yang memiliki obsesi lebih terhadap dirinya dan ia yakin tidak akan mudah lepas dari sosok seperti Reyhan. ______ Start : 20 okt 21 Finish : - ©®2021 cover by pinterest
All Rights Reserved
#806
17
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • MINE TO OWNED 🔞 ✅
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Mi Obsesión Contigo [END]
  • Ayah Tanpa Nama
  • Blue Trapped In BL Novel
  • Jeff || The Devil Second Lead (End)
  • Horibble Woman (END)
  • Evanescent [END]

"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can

More details
WpActionLinkContent Guidelines