OUR LIKELY YOUTH

OUR LIKELY YOUTH

  • WpView
    LECTURAS 63
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ene 23, 2022
Mendekati usia tiga puluh tahun tidak terasa begitu berbeda dari sebelumnya. Bintang masih mengalir seperti air , tanpa tujuan, dan tanpa perasaan. Ken merasa frustasi dan berhenti di tempat meski semua orang merasa dirinya memiliki karir yang patut membuat orang lain merasa iri. Dennis tetap ingin tidak sejalan dengan orang tuanya, namun tidak memiliki cara lain selain bertindak bodoh dan serampangan. Sementara Restu yang sudah hidup dengan cara yang normal dan berselimut ketenangan pun ternyata masih menyimpan keinginan besar yang tersembunyi jauh di dalam dirinya. Bersama dengan band semasa kuliah yang masih bertahan demi menjaga kesehatan mental, ketiga "pemuda" nyaris tiga puluhan bersama senior mereka, mencoba menjalani kehidupan dengan cara yang sedikit berbeda. Tidak begitu dramatis, tetapi cukup memberi warna bagi kehidupan mereka yang cenderung abu-abu. Ditulis oleh : S.Shin Disunting oleh : Arini Putri
Todos los derechos reservados
#172
bright
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Dinikahi Profesor Galak (TAMAT)
  • YES I DO "Bright and win"
  • to forgive [dalam revisi]
  • My Life, My Destiny
  • Warisan Tak Terduga [END]
  • The Golden Student
  • Orang Biasa
  • My Friend My Love
  • Owner Of My Heart

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido