SJUK • [Mandaka & Gantari]

SJUK • [Mandaka & Gantari]

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 22, 2021
WpInfo
Poetry
Dua Insan yang ditakdirkan Tuhan untuk bertemu. Tahun 2001 Mandaka dan Gantari lulus dari Universitas impian mereka. Mandaka & Gantari menjalani kehidupan dengan profesi yang berbeda. Mandaka berpamitan kepada Gantari untuk pergi sebentar. Namun Mandaka belum juga kembali. Gantari terlalu tulus untuk Mandaka. "Mandaka, Tuhan membuat jalan yang berbeda. Apa kita masih dapat bertemu?". Gantari ttd 2002 Surat nya tak terbalas oleh Mandaka, Gantari selalu berdoa agar dipertemukan, meski mereka sudah memiliki masa depan yang berbeda. "Mandaka, sudah satu tahun aku menunggu kabar mu, bagaimana dengan perihal berpamitan? apa kau sudah potong rambut?, kemeja mu sudah rapih belum?, dan gulali.., kapan kita akan makan bersama lagi?. Mandaka, aku menunggu janji mu. Sampai jumpa untuk kembali". Gantari ttd 2003 @yanfarhahnabila
All Rights Reserved
#20
ceritaklasik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Traces in the Light
  • Cinta Tak Terduga
  • Raden Aluna | END
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • 𝐋𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐇𝐈𝐉𝐑𝐀𝐇 (REVISI)
  • "𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗞𝗮𝘁𝗮"
  • TENTANG SETELAHNYA (COMPLETE)
  • Mencari Istri Baru untuk Suamiku
  • sebuah janji (end)

Traces in the Light Sebuah kisah tentang kehilangan, pengorbanan, dan harapan. Sudah tiga tahun sejak Nandika dan Raya berjalan ke arah yang berbeda. Bukan karena cinta mereka telah padam, tapi karena saat bersama, mereka justru saling melukai. Kini, Nandika mencoba menata hidupnya kembali. Ia memutuskan pergi ke sebuah tempat yang damai dan menenangkan untuk berlibur beberapa bulan,berharap bisa berdamai dengan semua kenangan yang belum juga usai. Namun, di tempat sunyi itu... Sebuah pertemuan tak terduga mengusik luka lama yang belum benar-benar sembuh. Di kejauhan, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal-seseorang yang pernah mengisi harinya dengan cinta dan luka. Tapi ketika ia hendak memastikan, sosok itu lebih dulu pergi... meninggalkan pertanyaan menggantung di dadanya: "Apakah itu benar Raya... atau hanya bayangan dari rindu yang belum selesai?" Sementara itu, Raya hidup dengan ingatan yang tak lagi utuh. Ia mencoba menjalani hari demi hari, ditemani seseorang yang mencintainya tanpa syarat-yang selalu ada, bahkan saat Raya tak lagi tahu siapa dirinya dahulu. Dan di tengah terang yang samar, dua hati yang pernah saling menggenggam kini berjalan di garis yang nyaris bersinggungan. Apakah cinta yang pernah begitu kuat bisa menembus gelapnya ingatan? Atau justru... Takdir telah menyiapkan akhir yang lebih sunyi dari perpisahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines